Aliya Si Ratu Malu

Pada postingan selanjutnya yang berjudul Aliya Si Ratu Malu ini menggambarkan kisah seorang anak baru yang begitu pandai di sekolahnya,Untuk lebih jelasnya,silahkan langsung saja ke TKP!!!

             Suatu pagi sekolahku kedatangan murid baru tepatnya di kelas delapan. Dia adalah Aliya. Aliya diperkenankan oleh ibu guru untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Aliya adalah pindahan dari SMPN 3 Bogor. Aliya terkenal sangat pandai di SD-nya yang dulu, tapi kepandaiannya tidak hanya di SD-nya yang dulu saja, di sini juga sangat pandai. Setelah satu semester di sini dia juga pernah meraih ranking satu.

                Tapi ada salah satu kepenasarannya para guru-guru dan siswa-siswa yang bersekolah disana adalah kenapa Aliya jarang mengajukan diri untuk berlomba. Hingga sampai suatu saat ibu guru menawarkan Aliya untuk mengikuti lomba cerdas cermat.
“Aliya, apakah kamu mau mengikuti lomba cerdas cermat?”
“Tidak Bu, karena saya rasa saya kurang pantas untuk mengikuti lomba tersebut.” Jawab Aliya
“Tapi, menurut Ibu kamu sangat pantas untuk mengikuti cerdas cermat. Karena kamu telah pernah meraih ranking satu.” Jelas ibu guru
“Tidak Bu, karena saya sangat malu.” Jawab Aliya sekali lagi.
Setelah percakapan tersebut aku coba untuk mengetahui kenapa aliya tidak mau mengikuti lomba cerdas cermat.
“Aliya, apakah aku boleh nanya gak?”
“Boleh, emang mau nanya apa?”Jawab Aliya
“Kenapa kamu enggak mau mengikuti lomba cerdas cermat. Padahal kan kamu itu pandai?” tanya aku.
“Enggak, enggak apa-apa kok. Aku cuma malu doank” Jawab Aliya.
“Udah dulu ya” Jawabku

Karena aku sekarang ini sedang kepo banget. Aku cari tau aja sendiri tentang aliya dan kesehariannya.
Sepulang sekolah aku tidak langsung pulang, tapi aku telah SMS mama kalau aku ada pelajaran tambahan. Aku pun mengikuti Aliya secara diam-diam. Setelah sampai dirumahnya Aliya aku mendengarkan pembicaraannya Aliya dengan kak Dona kakaknya Aliya. Begini pembicaraannya

“Duh adikku sayang, kenapa nih pulang sekolah wajahnya cemberut aja nih”
“Gini kak, aku tadi ditawarin untuk mengikuti lomba cerdas cermat dengan alasan aku itu pandai dan juga pernah meraih ranking satu” Jawab Aliya
“Terus kamu jawab apa?” Tanya kak Dona
“Tidak bu, saya tidak pantas untuk mengikuti lomba tersebut.” Jawab Aliya
“Ah, kamu itu gak tahu kesempatan. Dasar putri malu, eeeeh ratu malu.”

keesokan harinya aku tanya Aliya.
“Aliya, kemarin kamu pasti dijuluki ratu malu ya oleh kakakmu ya…”
“Iya, kok kamu tahu. Apa jangan-jangan kamu mengikutiu ya?” Tuduh Aliya
“Iya, tapi jangan marah ya. Aku cuma ingin cari tahu aja kenapa kamu malu-malu banget saat ditawari ibu untuk mengikuti lomba cerdas cermat?”
“Ya deh, aku janji aku akan berubah. Aku takkan malu-malu lagi.”
“Itu baru namanya temenku” jawabku

Cerpen Karangan: Salsa Nurul Aisyah
Facebook: salsa nurul asiyah
ttl: Tasikmalaya, 18 maret 2003

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: