Kebahagiaan di Batas Maut

Pada postingan berikutnya berjudul Kebahagiaan di Batas Maut.Kisah seorang anak bernama Keysha.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

                    Keysha cawek cantik, bermata jernih, berambutnya lurus indah melambai-lambai jika terkena angin. Dia tumbuh di keluarga sederhana. Semenjak kecil hingga menginjak dewasa dia tidak pernah bertemu dengan ayahnya. Dia tinggal bersama ibunya yang sehari-hari bekerja sebagai seorang penjahit. Di Sekolah Keysha anak yang ceria dan pintar.

“Keysha” Teriak dara
Keysha berhenti dan menengok ke belakang, terlihat sahabatnya melambaikan tangan. Dara adalah sahabat kecil Keysha, cewek tomboy yang suka musik rock. Dara besar dari keluarga kaya. Tetapi dia kurang kasih sayang. Orang tua Dara pejabat tertinggi negara yang kerjanya ke luar negeri. Tidak ada waktu untuk Dara. Dia sehari-hari tinggal bersama pembantunya.
“Aduh Ra bisa apa nggak se loe itu nggak teriak-teriak?” keluh Keysha
“He-he-he.”
“Nyengir lagi, suara loe itu bikin kuping gue sakit.”
“Jahat banget sih Ra.”
Keysha meninggalkan Dara yang manyun karena sebel pagi-pagi sudah diomelin.

Di kelas pelajaran Bu Ratna, guru yang terkenal killer suka membuat ulangan mendadak. Dara paling sebel sama Bu Ratna. Tiba-tiba kepala Keysha pusing, akhir-akhir ini dia sering mimisan dan kepalanya pusing. Tapi, Keysha tidak pernah cerita sama bunda karena Keysha takut bunda khawatir.
“Key, ntar ada acara pa nggak?” bisik Dara
“Ada, Mang ada apa?” jawab Keysha acuh sambil nulis pelajaran
“Ikut aq yuk!”
“Kemana?” keysha melirik Dara
“Latihan Basket di lapangan komplek rumah gue.” sahut dara
“Nggak mau ah, ntar gue ada acara?” sahut Keysha
“Kemana?” Tanya dara antusias
“Ke rumah sakit.”
“Hah… Rumah sakit?” Teriak Dara
Bu Rita yang sedang menulis di papan tulis langsung menengok kebelakang mengarah ke Dara dan Keysha yang sedang bengong menunggu bu Rita marah. Mata Bu Rita melotot. Seketika itu juga Keysha dan Dara di usir dari kelas.

Keysha melangkahkan kakinya keluar dengan lemas. Baru kali ini dia di suruh keluar oleh guru gara-gara Dara. Sedangkan Dara keluar dari kelas dengan santai sambil bersiul-siul bahagia bebas dari pelajaran Bu Rita. Keysha berjalan di koridor sambil di ikuti Dara di belakang. Dara berusaha mendekati Keysha dengan mempercepat langkahnya.
“Keysha, tungguin gue donk.” kata Dara
“Ada apa lagi sih Ra?” sahut Keysha sebel
“Marah ya sama gue?”
“Nggak.” Jawab Keysha sambil terus berjalan
“Key, ngapaen loe ke rumah sakit?”
Keysha tidak menjawab, dia terus berjalan meninggalkan Dara yang bengong karena merasa bersalah gara-gara dia Keysha di keluarin dari pelajaran Bu Rita. Dara menyesal. Keysha sendiri sebel melihat tingkah Dara yang kedang-kadang kebangetan.

Pulang Sekolah Keysha mempercepat langkah kakinya agar Dara tidak menyusulnya. Keysha tidak mau menyusahkan Dara lagi. Selama ini Dara terlalu baik sama dia. Dara selalu bayarin uang SPP Keysha kalau Keysha sedang tidak punya uang. Apalagi kerja bunda tidak bisa di andalkan, kadang banyak orderan kadang tidak sama sekali. Hari ini Dia akan ke rumah sakit untuk memeriksa keadaannya.
Di rumah sakit Keysha menunggu hasil tes darahnya, dia menunggu dengan hati was-was dan bertanya-tanya apa sebenernya yang membuat dia kadang-kadang pusing dan suka mimisan. Tidak beberapa muncul seorang perawat yang lumayan cantik, badan nya seksi dan putih. Perawat itu membawa kertas mungkin itu hasil tesnya. Perawat itu memberikan hasil tes kepada Dokter. Keysha tidak sabar menunggunya.
“Dok, gimana?” tanya Keysha
“Tabahkan hatimu Key”
Deg… rasanya jantungnya Keysha berhenti mendengar kata dokter itu. Fikiran bekecamuk menebak-nebak apa yang dia alami saat ini. Dia pasrah mendengar apa yang akan terjadi.
“Kamu positif Leukimia.” Kata dokter

Keysha keluar dari ruang dokter dengan perasaan campur aduk sedih, bingung, takut, kecewa. Keysha tak tau arah kakinya membawa kemana, dia terus berjalan hingga sampai di sebuah taman dia berhenti. Di Pinggir kolam ada batu dia duduk di atas batu. Tak terasa air matanya menetes. Tiba-tiba ada seseorang lelaki menepuk bahunya.
“Adek kenapa kok menangis?” kata lelaki itu iba
Keysha memandang lelaki itu. Lelaki yang masih terlihat tampan walau mungkin umurnya seusia ibunya. Pakaiannya rapi. Terlihat sepertinya orang kaya karena memakai jas dan baunya juga wangi parfum mahal. Keysha menyelidik takut di apa-apain lelaki itu.
“Tidak apa-apa Om.” Sahut Keysha
“Nggak usah takut, aku bukan orang jahat.” Jawab lelaki itu seperti tahu apa yang di fikirkan Keysha
“Kadang kenyataan itu membuat kita sakit, tapi itulah hidup, Ada yang mengatur di atas” Kata lelaki itu sambil duduk di samping Keysha.
Akhirnya Keysha mulai cerita tentang penyakit nya kepada lelaki itu. Entah kenapa Keysha merasa tenang di samping lelaki itu. Keysha dengan tanpa beban menceritakan apa yang di alaminya kepada lelaki itu.
“Percayalah rencana Allah lebih indah daripada rencana kita” kata Lelaki itu memandang keysha
“Terima kasih ya om, om baik banget sama saya” sahut Keysha
Tiba-tiba Lelaki itu memeluk Keysha. Keysha bahagia berada di pelukan lelaki yang baru dia kenal. Keysha belum pernah merasakan kasih sayang seorang ayah mungkin itu yang membuat dia tenang di samping lelaki itu.
“Kamu mengingatkan aku dengan seseorang di masa laluku.”
“Siapa Om?” Selidik Keysha
“Mantan kekasih om, dia cewek yang baik dan polos wajah nya mirip kamu, senyumnya, matanya semua mirip kamu.”
“Dia sekarang di mana om?”
Lelaki itu mengangkat bahu. Lalu dia ingat ke masa silam waktu dia masih remaja dan kekasihnya yang sekarang tidak tahu dimana.
“Udah malam kamu harus pulang, nanti ibumu mencari”
“Ya om, terima kasih.” Keysha tersenyum

Keysha meninggalkan Lelaki itu. Tak tahu kenapa rasanya Keysha enggan untuk pergi. Dia langkahkan kakinya dengan berat hati. Beberapa langkah dia tengok ke belakang lelaki itu tersenyum kepadanya. Di dalam hatinya Keysha berharap bisa bertemu lelaki itu lagi.
Di rumah Bunda mondar mandir menunggu Keysha yang hingga larut malam belum pulang. Sesekali bunda melihat ke arah jam dinding. Bunda gelisah. Beberapa jam kemudian Keysha pulang.
“Keysha…” Bunda melotot ke arah Keysha
“Bunda” Keysha menundukan kepala
Keysha hanya diam melihat bunda marah-marah di dalam hati keysha tidak sanggup untuk cerita masalah penyakitnya terhadap bunda. Keysha tidak mau bunda kefikiran tentang dia.
“Maafin Keysha bunda, Keysha janji nggak akan pulang malam lagi” sahut Keysa lirih
Bunda memeluk Keysha dan menangis. Baru kali ini bunda merasa terlalu khawatir kepada keysa karena selama ini keysa lah semangat hidupnya. Di dunia ini hanya Keysa miliknya satu-satunya.
“Bunda, Keysha janji tidak akan meninggalkan bunda.”
“Kamu janji Keysha.” Kata bunda sambil mengusap kepala Keyha

Beberapa bulan kemudian Keysha check up ke rumah sakit untuk melihat kondisinya. Dengan langkah ragu Keysha memasuki ruang dokter. Dengan Ramah Dokter memeriksa Keysha.
“Dokter, bagaimana keadaan saya sekarang?”
“Sudah mendingan Key.”
“Dokter, apakah saya bisa sembuh?” tanya Keysha
“Berdoa saja Key, semoga ada keajaiban untukmu” sahut dokter

Keysha meninggalkan ruang dokter dengan pandangan kosong. Tiba-tiba ada seseorang menabrak Keysha.
“Aduh” Keysha jatuh
“Maaf, sini saya bantu berdiri”
“Kamu!” sahut Keysha bengong
Ternyata lelaki yang menabrak Keysha adalah lelaki yang dulu pernah bertemu Keysha di taman.
“kamu ngapain disini?”
“Saya habis check up ke dokter om, om sendiri sedang apa di sini?” tanya Keysha
“Sedang ngurus administrasi”
“Siapa yang sakit om?”
“Istri om, tapi kemarin dia sudah tiada.” Jawab Andre
“Innalillahi wa innalillahirojiun, saya ikut berduka cita om.” Sahut Keysha prihatin.
“Ya, oh ya kemarin kita kan belum kenalan, nama saya Andre.” Sambil mengulurkan tangan nya
“Saya Keysha om, Istri om sakit apa?”
Andre mulai cerita tentang istrinya yang sakit kanker rahim. Beberapa bulan lalu rahimnya di angkat sehingga istrinya tidak bisa hamil lagi. Terlihat sekali bahwa Andre mencintai istrinya.
Andre sangat terpukul dengan perginya istrinya tercinta. Pernikahan mereka baru genap 2 tahun tapi secepat itu istrinya di ambil yang di atas. Sempat dia frustasi dan ingin mengakhiri hidupnya tapi saat itu dia bertemu dengan Keysha gadis kecil yang mengingatkan dia dengan masa lalunya yang silam yang telah dia pendam bertahun-tahun.

Di rumah Keysha bengong mengingat tentang pertemuannya bersama Andre yang secara tiba-tiba dan tidak sengaja bertemu kembali. Tiba-tiba di luar ada Dara yang teriak-teriak memanggilnya. Keysha males sekali keluar saat itu tapi dia udah janji kepada Dara mau menemani keluar, tapi Keysha tidak tahu mau keluar ke mana.
“Ya bentar Ra, nggak usah teriak-teriak.” sahut Keysha
“Udah siap?” tanya Dara
“Ya, Bunda Keysa berangkat.”
“Ya Key, hati-hati jangan pulang malam-malam.” sahut Bunda dari dalam rumah.

Di dalam mobil Keysha hanya diam sambil melihat keluar kaca. Keysha sedang malamun di dalam fikirannya Kesha sedang bertanya-tanya tentang lelaki itu, Di saat dia butuh seorang ayah tiba-tiba datang lelaki yang bernama Andre. Lelaki yang baik banget dengannya. Andre datang saat yang tepat. Dara memutar lagu rock kencang sekali bikin Keysha sebel. Dara mengendarai mobil cepat sekali seperti pembalab, keysha hanya diam menahan takut.
“Key, lagunya asyik banget ya?” kata Dara sambil geleng-geleng kepala
“Dara yang bener bawa mobilnya, ntar nambrak lho!” Sahut Keysha was-was
“Udah Key, nggak usah takut gue itu udah belajar nyetir sama rosi”
“Emang loe gila ya?”
“Jeb ajeb ajeb.” Dara geleng-geleg kepala
“Kita mau kemana se Ra?” tanya keysha
“Ke tempat karaoke.”
“Ra, loe tau kan gue nggak suka tempat karaoke.” Keysha marah-marah
“Ya tau, udah ah loe itu kayak anak kecil aja sih?”
“Huft.” Keysha sebel

Di tempat karaoke Dara menyanyi sambil joget tidak jelas. Lagu rock keras sekali membuat Keysha menutup telinganya dengan bantal. Tiba-tiba kepala Keysha pusing dan hidungnya berdarah lagi. Keysha tidak mau Dara tahu dia mimisan.
“Ra, gue kekamar mandi dulu ya?” kata keysha sambil menutup hidungnya
“Yups, jangan lama-lama.”
“Sipp.”
Dara membasuh mukanya dan melihat mukanya yang pucat, Dia fikir mungkin ini pertanda hidupnya tak akan lama lagi. Dia sudah tidak bisa bertahan. Penyakit ini telah merogoti badannya yang semakin hari semakin kurus. Keysha keluar dari kamar mandi saat ada seseorang memanggilnya.
“Keysha.”
“Om andre.” sahut keysha bahagia
“Kita bertemu lagi.”
“Ya om, om ke sini lagi apa?
“Saya yang punya tempat ini Keysha.” Andre tersenyum
“Oh ya?”
“kamu suka karaoke?”
“Tidak om, keysha cuma nemenin temen keysha.”
“Kamu bisa nemenin om ngobrol di sini?”
Keysa berfikir sebentar. Dari pada harus lihat Dara joget tidak jelas dan mendengarkan lagu gila yang membuat kuping sakit mendingan dia di sini bersama Andre lebih tenang dan nyaman yang pasti tidak mendengar lagu gila itu.

Akhirnya Keysha milih bersama Andre. Tidak terasa sudah 1 jam Keysha bercerita panjang lebar bersama Andre tentang masa kecilnya. Keysha merasa bahagia sekali saat itu.
“Key, ayahmu kerja apa?” Tanya Andre
“Keysha tidak punya ayah om, sejak kecil keysha di asuh ibu sendiri, Melihat wajah ayah saya saja tidak pernah om.” Jawab keysha sedih
“Sudah tidak usah sedih, anggap aja om ini ayahmu, lagian om tidak punya anak.” Kata Andre sambil menghusap kepala Keysa
“Makasih om.”
Keysha memeluk Andre, entah mengapa keysha merasa ingin selalu di samping Andre. Padahal dia baru kenal satu sama lain tapi keysha merasa mereka ada ikatan yang kuat sehingga mereka tanpa sengaja bertemu.

Setelah lama bersama tiba-tiba Dara datang sambil ngomel-ngomel karena mencari keysha kemana-kemana dari tadi.
“Maaf Ra.” kata keysha
“Maaf, gampang banget dari tadi gue nyari loe.” Dara manyun
“Udah kenalin ini om Andre, om ini sahabat keysha namanya Dara. Yang tadi saya certain om.” sahut Keysha sambil melirik Dara
Dara hanya tersenyum kecut kepada Andre karena dia masih bete sama Keysha. Di perjalanan pulang keadaan hening tanpa ada suara. Seperti Dara masih marah.
“Key, tadi siapa sih kok mirip loe?” tanya Dara
“Mirip gue, jangan aneh-aneh ah loe, gue aja baru kenal sama dia beberapa bulan lalu.”
“Jangan-jangan dia bokap loe.” tebak dara
“Jangan semakin ngaco Ra, jangan samakan om andre dengan bokap gue, om andre itu baik beda banget sama bokap gue yang telah ngelantarin gue dan bunda.”
“Tapi bener kok mirip loe, suer.” sahut Dara sambil mengangkat kedua tangan nya membentuk bentuk v
Keysha hanya diam membisu, tetapi dalam hatinya dia bertanya apa mungkin dia bisa mirip Andre. Tidak beberapa lama sampai di depan rumah. Keysha. Tiba-tiba Keysha merasa pusing, Keysha muntah darah dan mimisan. Dara panik melihat keadaan keysha, lalu Keysa tidak sadarkan diri.

Beberapa bulan Keysha koma di rumah sakit, bunda semakin kurus menangis terus melihat keysha terkapar tak berdaya di tempat tidur.
“Tante, jangan menagis ya?” hibur dara
“Dara, apa Keysha tidak pernah cerita masalah penyakitnya ke kamu?” Tanya bunda
“Tidak tante, entah kenapa akhir-akhir ini keysha menjauh dari saya tante.”
“Tante bingung Keysha belum sadar-sadar sedangkan tante belum punya uang untuk membayar rumah sakit Ra.”
“Tante tidak usah khawatir, biar Dara yang mengurus pembayarannya, jangan menangis lagi ya?” Kata Dara sambil memeluk bundanya Keysha
“Terima kasih ya Ra, Tante selalu merepotin kamu sela ini, tante malu.”
“Dara udah menganggap keysha seperti saudara sendiri.”
“Tante harus jualan lagi Ra, kamu bisa bantu tante menunggu Keysha kan?”
“Ya tante siap.”

Semenjak keysha sakit, bundanya mulai bekerja jualan pisang goring untuk menambah penghasilannya karena akhir-akhir ini usaha menjahitnya sepi. Dengan susah payah Bunda mencari uang. Badannya semakin kurus tak bertenaga memfikirkan keysha yang tidak kunjung sadar.

Dara termenung di depan kamar keysha sambil mengingat masa kecilnya saat bermain bersama keysha. Dara sangat sedih melihat keysha terbaring karena leukemia. Dara tidak habis fikir kenapa Keysha tidak menceritakan keadaannya. Dara keget saat ada orang memanggil namanya dia menoleh ke kanan kiri mencari sumber suara ternyata seorang lelaki yang memanggilnya. Dari jauh Dara mencoba nengingat lelaki itu. Akhirnya Dara ingat dia itu lelaki yang mirip keysha yang bertemu di tempat karaoke.
“Ada apa om?”
“Kamu temennya keysha kan?”
“Ya om.”
“Kamu sedang apa di sini?”
“Menunggu Keysha om.”
“Keysha sakit.”
“Ya om, Keysha sudah beberapa bulan koma.” sahut dara
“Boleh saya ke dalam?”
“Boleh Om, Silahkan!” Sahut Dara sambil membukakan pintu kamar keysha
Andre masuk ke dalam kamar Keysha. Melihat keysha berbaring di atas tempat tidur membuat hati Andre tiba-tiba merasa sakit.
“Keysha” ucap andre lirih
Tiba-tiba Keysha membuka matanya dan melihat keadaan sekeliling. Andre dan Dara hanya terbengong.
“Om Andre… Dara…” ucap keysha lirih
“Keysha loe dah sadar.” sahut Dara bahagia
“Om andre badan keysha sakit om, peluk keysha om.”
Tanpa menunggu Andre memeluk Keysha. Andre merasa sayang banget sama keysha. Gadis kecil yang selalu mengisi fikirannya akhir-akhir ini. Pintu terbuka bunda masuk ke kamar dan melihat ke arah Keysha yang sedang berada di pelukan Andre. Bunda berjalan perlahan mendekati mereka saat melihat Andre bunda bengong dan menahan air matanya.
“Kamu… A… ndre.”
“Dian, kamu.” Andre melihat bunda dan Keysha bergantian
Andre langsung memeluk Dian. Dian menangis di pelukan Andre. Ternyata bunda dan Andre dulu sudah saling kenal.
“Andre kamu kok bisa disini?” Tanya Bunda
Andre bercerita tentang awal dia bertemu Keysha. Saat dia merasa ada ikatan batin antaranta dan Keysha. Sampai tanpa sengaja mereka sering bertemu.
“Andre, Keysha adalah anak kandungmu. Saat kamu pergi meninggalkan aku, aku telah hamil 3 bulan Ndre, Kamu ke mana saja selama ini?” ucap bunda
“Bunda Keysha tidak mengerti” sahut keysha
“Maafin aku Yan, Aku tidak bermaksud meninggalkan kamu, saat itu aku harus meneruskan kuliahku di luar negeri, waktu itu hujan deras aku pergi ke rumahmu untuk pamit tapi kamu tidak ada di rumah, pagi-pagi aku harus berangkat. Saat aku selesai kuliah aku mencarimu di rumahmu tapi ternyata kamu sudah pindah, aku mencarimu kemana-mana hinga akhirnya aku bertemu Lina, dan menikah dengan Lina, tapi sekarang Lina telah tiada.” Andre bercerita
“Istrimu meninggal?” Tanya bunda
“Bun, om Andre ayah keysha?”
“Ya sayang.” ucap dian sambil menghusap wajah keyasha
“Ayah, Bunda jangan tinggalin Keysha, tolong pegang tangan Keysha erat-erat.”
Andre dan Dian memegang tangan Keysha dengan penuh kasih sayang, Beberapa menit kemudian Keysha menghela nafas terakhirnya dan tangannya mulai lemas dan jatuh. Keysha telah tiada.
“KEYSHA.” teriak bunda
“Keysha bangun, jangan tinggalin ayah. Maafin ayah Keysha!”
“Key, bangun.” ucap Dara Lirih
Keysha pergi dengan senyum kebahagiaan karena telah melihat ayah yang selama ini ia cari. Ayah yang dia dambakan selama ini. Walaupun Dia bertemu saat ajal menjemputnya tapi di bahagia. Dia bisa tidur selamanya dengan senyum kebahagiaan.

Dian dan Andre mengantar Keysha ke tempat terakhirnya.
“Keysha, anakku tidur yang tenang, maafin ayah yang telah meninggalkanmu selama ini. Terimakasih anakku untuk kebahagiaan yang telah kamu berikan ke ayah.”
“Keysha, selamat tidur sayang, Bunda sangat menyayangimu.” ucap bunda
“Keysha, selamat jalan, sampai bertemu di surga, Jangan lupakan aku!” Dara bicara di hati sambil menahan air matanya.

Cerpen Karangan: Jayanti Fera Sukmawati
Facebook: Eiyya Vierra Miliex NYa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: