Antara Cinta Sahabat

               Pada postingan berikutnya berjudul Antara Cinta Sahabat.Mungkin bagi para anak remaja dan dewasa pernah memilki cinta pada sahabat anda yang masih terpendam di hati anda.Dan anda merasakan bila cinta itu bersatu maka akan timbul kasih sayang yang begitu indah.Seperti kisah cerpen ini.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

            Mungkin bagi teman-temanku pacaran sama Adit lebih baik dari pada mengharapkan cinta dari Angga yang notabene adalah cowok keren yang aku kenal ramah, baik dan sopan itu, dan lagi-lagi hanya khayalanku saja untuk bisa berpacaran dengannya.
“Sudahlah, lupain aja Mr. M mu itu, dia kan juga gak tau kamu suka sama dia” kata Siesie sambil membuang tas di atas mejaku dan membuyarkan lamunanku.
“Apaan sich Sie pagi-pagi udah bikin rusuh aja”.
“Kamu juga pagi-pagi gak mikirin pelajaran malah asyik-asyik ngelamun, ngelamunin si Mr. M mu itukan?” katanya nyindir. Mr. M adalah sebutanku kepada Angga. Ya, walaupun dia gak tahu kalau aku sering menyebutnya Mr. M ku
“Tau aja kamu Sie, Sie kamu tau gak dia itu ternyata belum punya pacar loh!” kataku seneng banget.
“Sok tau kamu, eh Sini aku kasih tau ya, dia itu baru jadian sama si Nanda” kata Siesie menasehati.
“Apa? Masak? Tapi kata Adit temen sekelasnya Angga, Angga masih jomblo kok” kataku membela.
“Sinta yang manis, kamu itu udah di boongin sama Adit. Kamu tau kan Adit pernah suka sama kamu?” kata Siesie ketus.
“Ahh masak sich sie? Trus aku harus percaya siapa dong?” kataku bingung.
“Percaya aja sama aku, aku bakal jadi detektif buat memata-matai si Angga, gimana?” Kata Siesie meyakinkan.
“Serius loe?” kataku kaget.
“Sejak kapan sin kamu ngomong loe gue kayak gitu?” kata siesie heran.
“Gak penting ah” kataku sambil nyengar-nyengir sendiri.
Ttttttttteeeeeeeeeeettttttttt. Bel sekolah berbunyi tanda pelajaran akan di mulai.

“Anak-anak siapkan buku pelajaran kalian”. Suara nyaring terdengar sampai keluar ruangan. Ya, guru killer yang suaranya paling nyaring satu sekolahan. Siapa lagi kalau bukan guru biologi.
“Bosen, aku lama-lama di kelas ini”. Kataku jengkel.
“Trus kamu mau ngapain? Kamu mau gak mau harus ikut pelajaran ini kan? gara-gara nilai biologimu yang setengah mepet” kata Siesie menyindir sambil cekikian sendiri.
“Iya sich, gimana kalau cerita aja tentang si Angga. Kamu kan lumayan deket tuh sama Angga ceritain dong pribadinya si Angga?” kataku penasaran.
“Oke oke di muali dari mana?”. Kata Siesie sebelum melanjutkan percakapan kita tiba-tiba “Sinta, Siesie. Apa yang sedang kalian bicarakan? Apa ibu kurang keras suaranya?” kata Guru Biologi.
“Saya tidak mau sekarang kalian keluar, ibu hukum kalian untuk lari lapangan 10 kali” kata Guru Biologi ketus.
“Iya bu, kami minta maaf” kataku dan Siesie bebarengan.
“Lari cepat” kata Guru Biologi.

Akupun dan Siesie menjalani hukuman itu sampai selesai. Setelah menjalani hukuman dari guru biologi itu aku dan Siesie pun langsung menuju kantin. “Bang bakso ma siomay 1 yah, jus jambu bijinya 2” kataku jelas.
“Huuh! Capeknya” kata Siesie
“Iya panas banggeettt!” kataku sambil mengibas-ngibaskan tanganku sebagai kipas.
Tiba-tiba cowok tinggi, putih, berdandan rapi datang menghampiri mejaku. Ya tak salah lagi, Angga cowok idaman yang selama ini aku bangga-banggakan.
“Boleh gabung di sini gak?” kata Angga mempesona.
“boleh kok” kataku terbata-bata. Rasanya dunia hanya ada aku sama si Angga doang. Tapi tiba-tiba aja mulutku tak dapat bergerak seperti di plester dan rasanya pengen banget jingkrak-jingkrak kayak orang gila yang lagi kesambet.
“Hey, biasa aja kali liatnya.” Kata Siesie ketus.
“Sssttt jangan keras-keras dong ntar dia tau lagi”. Kataku sedikit berbisik.
“Ada apa sich kok bisik-bisik gitu? Ada yang salah ya ama aku?”
“Eeeengagk kok biasa aja” kataku sambil nyengar-nyengir sendiri.

Setelah pesanannya tiba dan selesai makan, Anggapun beranjak pergi dari mejaku.
“Aku ke kelas duluan ya, thanks udah di ijinin gabung”
“Iyaa,” kataku dan Siesie kompak.
“Tu kan liat aja dia ngerespon aku Sie”
“Jangan kepedean gitu ahh, ntar akhirnya nyesel loh”
“Aku gak kepedean kok biasa aja”
“Keliatan tuh, merah-merah gitu?”
“Enggak”
“Iya kok”
“Nggaakk!” teriakku sambil berlari ke koridor menuju kelasku, di susul pula Siesie yang juga berlari di belakangku.
“Tu kan cuma gossip Angga pacaran sama Nanda. Apa kataku” kataku setelah mendengar bisik-bisik dari teman-teman sekelas. Ya, tentang gossip bahwa Angga pacaran sama Nanda pun di tepis juga. Akhirnya batinku.
“Iya dech aku ngaku salah, maaf” kat Siesie menyesal.
“Ntar pulang sekolah ke toko buku bentar ya, aku mau cari novel terbaru”. Kata Siesie
“Oke, siap komandan hehe” sambil berlagak seperti orang hormat kepada pemimpinnya.

“Kamu gak cari buku Sin? Biasanya sumringah banget kalo di ajak ke toko buku?”
“Lagi males baca ahh pengen liat-liat aja deh”
“Emm ya uda, aku ke sana bentar ya” kata Siesie pamit.
Tak lama setelah di tinggal Siesie sendirian aku melihat cowok tinggi yang cool, mirip banget sama Angga. Ya, gak salah lagi emang bener itu si Angga. Aku sengaja buat mengikutinya, aku penasaran kenapa dia juga suka pergi ke toko buku. Aneh! biasanya kan cowok gak suka baca. Tiba-tiba Angga pun ilang entah ke mana perginya. “cari siapa sich Sin?” kata Angga mengagetkanku. “emmm enggak kok gak cari siapa-siapa” kagok
“Ada apa Sin?” tanya Siesie tiba-tiba
“Loh ada Siesie juga toh?” kata Angga
“Eh Angga, cari Sinta ya?” kata Siesie menggoda. “eee?, enggak cari buku psikolog kok” kata Angga cuek sambil pergi.
“Yah yah pergi dah, kamu sih Sie bilang kayak gitu juga aku kan malu”
“Kalo gak kayak gitu kalian gak bakal pernah akrab ngerti?”
“Tapi ya jangan kaya gitu juga kali”
“Trus gimana?”
“Gak taukk” kataku sewot sambil meninggalkan Siesie. Siesie terdiam kebingungan melihat tingkahku yang gak seperti biasanya.

Setibanya di rumah akupun membanting badan ke kasur. Huh badan ini terasa tak kuat lagi untuk bangun. Capeknya huhh! Tak lama kemudian ttuukk.. hpku berdering sedang. Dengan malasnya akupun membuka pesan dari hpku. Nomer yang tak tahu itu siapa. Akupun terpaksa membukanya
From : 085640xxxxx
Messsage :
hay, bener ni sinta?
Angga

hah! Angga? Tak disangka Angga yang cuek bisa sms aku kayak gitu. Senengnya minta ampun. Sebelum sempat membalasnya akupun langsung menelpon sahabatku Siesie untuk mengabari hal bahagia yang aku alami ini.
Sudah berjam-jam berlalu. Aku menelpon sahabatku itu. Bercerita ke sana kemari, untuk melegakan hatiku ini yang sedang di landa asmara. Tak terasa sudah jam 10 malam akupun harus mengakhiri percakapanku dengan Siesie.

Pagi yang cerah, memaksaku untuk membuka mataku dan bergegas berangkat sekolah. Hari ini aku semangat untuk bersekolah. Biasanya tiddakk!. Gara-gara sms dari Angga semalem bikin aku gak bisa tidur dan udah seminggu ini aku menyuruh Siesie menjadi detektif cintaku sama Angga. Asyiiknya jika aku bisa pacaran sama Angga.
“Hay Sie, lagi ngapain kamu?”
“Bingung nich, Ipadku rusak” kata Siesie dengan wajah melas.
“Sini aku coba perbaiki” kata Angga yang tiba-tiba nongol di belakang kami. Tak kusangka bisa sedeket itu Angga sama Siesie. Perasaan tak enakku muncul, melihat mereka berdekatan kayak gitu. Tapi aku nggak ingin negative thinking aku cuma bisa positive thinking. Liat Angga dan Siesie kayak gitu aku malah berpikir bahwa temanku menusukku dari belakang. Ahh tidak ku buang jauh-jauh pikiran itu.

“Sin, mau ketaman sama aku?” ajak Adit tiba-tiba muncul dari balik pintu kelas yang terbuka.
“Boleh Dit” kataku menerima ajakannya. Aku memang membiarkan mereka berduaan.
“Boleh aku bicara sejujurnya sama kamu Sin?” kata Adit
“Apa?”
“Jangan kaget ya, aku bukannya mau merubah pendirianmu untuk tak mencintai Angga lagi. Tapi Angga emang bener-bener suka sama Siesie buka kamu”
“Apa? Apa maksud kamu bilang kayak gitu ke aku sih Dit? Kamu mau merusak hubunganku sama Siesie dan Angga?”
“Bukan itu maksudku, aku hanya tak mau kau sakit hati nantinya”

Akupun tak berkutik mendengar cerita Adit. Setelah Adit cerita bahwa Angga selalu medekati ku dengan Siesie hanya bermaksud untuk berkenalan dengan Siesie dan mendekati Siesie bukan aku. Adit menjelaskan bahwa Siesie tak mau Angga dekat-dekat dengannya karena Siesie tahu aku suka sama Angga. Setelah Adit bercerita seperti itu, akupun berpikir sebegitu sayangnya sahabatku untuk menjaga perasaanku.
“Sudah?” kataku.
“Iya, aku minta maaf atas semua yang aku omongin ke kamu. Tapi jangan marah ya, aku lakuin demi kamu juga, dan sms itu, aku yang sengaja sms kamu kayak gitu agar kamu gak negatif thinking sama temen kamu sendiri. Aku rela membantu Angga untuk bercerita denganmu karna aku…”
Sebelum melanjutkan ceritanya aku sudah memotong perkataan Adit. Sebenarnya aku sudah sebel sama Adit karena cerita itu semua padaku. Tapi mungkin ini yang tebaik bagiku.
“Apa maksud perkataanmu?” tanyaku ketus.
“Aku suka sama kamu”
“Hah?”
“Udah terima ajalah” kata Siesie yang tiba-tiba muncul bebarengan sama Angga. Sebenarnya sudah sejak lama Angga, Siesie, dan Adit merencanakan hal ini. Tapi tak tahu mau kapan mereka bicara dari hati ke hati sama Aku.
“Eh, emm, iya” kataku meyakinkan. Aku tak tahu mengapa mulutku tak kuasa untuk menolak permintaan Adit untuk menjadi pacarnya.
“Bener mau?” tanya Adit ingin meyakinkan.
“Iya” kataku sumringah. Tak ku sangka cerita cinta antara sahabatku ini berakhir happy ending. Ya walaupun penuh dengan liku-liku.

Akupun memetik sebuah hikmah di balik cerita cintaku ini, ternyata sahabatku peduli dan sayang sama aku. I love you Adit I love you Siesie I love you Angga makasih udah buat hari-hariku menyenangkan.

Cerpen Karangan: Gisca Ulfa Afiatika
Facebook: giezcha ulfvha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: