Karena Payung Baru

Pada postingan berikutnya berjudul Karena Payung Baru.Kisah cerpen ini menceritakan tentang seorang anak yang mempunyai sebuah payung baru.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

               “Teman-teman!” Aulia memanggil kedua temanya, Radita dan Jasmine. “Apa?” jawab kedua temannya. “Lihat ini!” kata Aulia sambil membuka sebuah payung. Payung tersebut berwarna ungu muda, dihiasi gambar kupu-kupu berwarna merah jambu. “Ini payung baruku, kemarin mama belikan. Bagus kan?” pamernya. Radita dan Jasmine mengangguk. “Ya sudah, kita main, yuk!” ajak Jasmine kepada teman-temanya. Mereka segera menuju ke taman.

          Di taman, mereka bermain ayunan, perosotan, dan lain-lain. Tapi ada yang aneh hari ini. Aulia terkadang bergumam, “Kuharap hari ini hujan”. Radita dan Jasmine pun berkomentar, “Kok hujan? Jangan, dong. Nanti kita nggak bisa main, lagi?”. Aulia hanya diam.

Hal yang diharapkan Aulia pun terjadi. Hujan turun dengan derasnya. Aulia tersenyum senang, lalu segera membuka payungnya. Ooh, ternyata Aulia ingin hujan karena ia ingin menggunakan payung barunya. Radita dan Jasmine meminta tumpangan payung kepada Aulia, tetapi Aulia menolaknya dengan alasan payungnya terlalu kecil. Akhirnya, Radita dan Jasmine pulang hujan-hujanan

Esok siangnya, Radita, Jasmine, dan Aulia berjanji akan bermain di rumah Jasmine. Radita dan Aulia datang pukul 09.00. Dan lagi-lagi, Aulia membawa payungnya. “Aulia, kenapa bawa payung? Ini kan di dalam ruangan. Nggak akan ada hujan, kok, Kenapa bawa payung?” Tanya Jasmine. “Buat jaga-jaga, siapa tahu nanti hujan,” jawabnya. Mereka pun bermain.

Pukul 13.00, Radita dan Aulia pulang. Tapi tiba-tiba, hujan turun dengan derasnya. Radita panik, ia tidak membawa payung. “Radita, nggak bawa payung?” Tanya Jasmine. Radita menggeleng. “Makanya, sedia payung sebelum hujan, dong. Kayak aku.” Kata Aulia dengan nada sombong. “Aulia, boleh numpang pakai payungmu, nggak?” pinta Radita. Aulia menggeleng, dan berkata, “Nggak, ini punyaku. Seharusnya kamu juga bawa, dong.” Setelah itu ia langsung meninggalkan rumah Jasmine. Radita sedih dan kesal, karena sekarang Aulia menjadi sombong. Begitu juga Jasmine. “Mine, kok sekarang Aulia sombong ya?” Tanya Radita. “Karena payung baru.” Jawab Jasmine. “Mine, aku tinggal di sini sampai hujan reda boleh?” Tanya Radita. Jasmine mengangguk, lalu tersenyum.

Saat di sekolah…
Pukul 14.00 siang, murid-murid pulang ke rumah masing-masing. Tiba-tiba… “JASMINE, RADITA!! Maafin aku ya.. aku sombong karena payung baruku..” kata Aulia meminta maaf. “Yaa… kami memaafkanmu. Oh ya, boleh numpang payung nggak?” kata Jasmine dan Radita. “BOLEH DONG!” kata Aulia sambil membuka payungnya. Ia telah menyesal karena sombong kepada teman-temannya. Akhirnya mereka bertiga pulang ke rumah di tengah hujan menggunakan payung baru.

Selesai

Cerpen Karangan: Naila Izzati Mushafa
Facebook: http://www.facebook.com/Naila Izzati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: