Kaset Penyemangat

Pada postingan berikutnya berjudul Kaset Penyemangat.Kisah ini menceritakan seorang anak kecil yang masih sekolah dasar yang sehari2 selalu merasa malas akan aktifitasnya.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

                    Senin yang melelahkan, malas sekali rasanya beranjak dari kasur kesayanganku, tapi tentu itu ga akan mungkin! Hari Senin kan upacara, mana bisa aku lelet, bisa – bisa aku kena marah ibu. Akhirnya aku putuskan untuk mandi dan berangkat ke sekolah sebelum jam 7. Syukurlah aku ga telat untuk mengikuti upacara bendera di sekolah.

             Jam istirahat pun berbunyi, semua anak di kelasku, 5A, berhamburan keluar kelas untuk menuju ke kantin, sedangkan aku anak terakhir yang beranjak dari tempat duduk dengan malas-malasan untuk keluar kelas, malas sekali rasanya hari itu.
“sha, ko kamu ga jajan sih? di kantin ada makanan baru loh” kata teman ku sinta yang berada di ambang pintu kelas 5A, “iya, ini juga mau ke kantin ko” ujar ku, “haduh sasha.. lelet nya” jawab sinta dengan menggeret tangan kananku, aku pun hanya mengikuti nya.
ugh hari senin memang membosankan!

Sesampainya di rumah, ibu yang sudah menungguku pulang sekolah, mempersilahkan aku untuk menggati pakaian ku dan langsung makan siang, karena sudah jamnya tepat untuk makan siang.
“Sasha makannya nanti aja ya bu, he he” godaku pada ibu, “sha makan dulu nanti kamu sakit, apalagi setelah cape di sekolah” jawab ibu dengan nada tegas. ahh males banget buat melakukan kegiatan hari ini gumamku dalam hati. Aku pun masuk ke kamar untuk ganti pakaian.
tok.. tok.. tok, pintuku di ketok 3 kali “iya tunggu sebentar”, “sha ayo makan dulu sudah di tunggu ayah dan ibu” ternyata yang mengetok pintu kamar ku adalah Mba Ara kakakku, setelah menunggu aku membuka pintu, Mba Ara pergi sambil meledek “huuu anak lelet” sambil menjulurkan lidah padaku, aku hanya berkacak pinggang sambil memiringkan mulutku ke samping tanda jengkel.
setelah turun untuk makan siang, aku kembali ke kamarku untuk tidur.

3 hari lagi adalah hari ulang tahun ku yang ke 11, aku sibuk memikirkan hadiah apa yang akan ayah berikan padaku, ya hadiah ayah memang selalu teristimewa dari yang lain.

Tibalah hari yang ku nanti-nanti, hari ini tepat tanggal 25 januari aku berulang tahun yang ke 11. aku menggunkan gaun hijau dengan pita besar dibelakangnya, dan juga bandana putih yang terpasang di kepalaku ini, kata kakakku ada seperti putri, cantik, he he..

Sebelum memasuki kebun, kedua mataku di tutup oleh kain, dan ayah menuntunku menuju kebun, dag dig dug tentu terasa di benakku, kali ini surprise apa lagi ya? di ultah ku yang ke 10, ada badut yang memeriahkan dan juga teman teman ku.
Tanpa di aba-aba, setelah sampai di tempat pesta, akhirnya aku melepaskan kain yang menutupi ke dua mataku, dan betapa terkejutnya aku, pesta kecil kecilan di kebun rumah, dengan pernak pernik aksesoris yang memenuhi kebun, seperti balon, kertas crep, pita, dan masih banyak lagi. Oh ya, tak lupa juga kue tart, barbaque, dan 4 orange juice untuk aku, ibu, ayah, dan Mba Ara. Yang membedakan ultah ku yang ke-11 dengan kemarin adalah, di ultah ku yang ke 11 terdapat pohon hadiah seperti saat natal. aku berdecak kagum meihatnya, apalagi pohon itu di pangkas ayah membentuk huruf ‘S’, yang berarti ‘sasha’, hihi lucu deh.. Walaupun agak berbeda, di ulang tahun ku yang ke 11 ini tak dihadiri oleh teman-teman ku

aku pun memeluk kedua orang tua ku dan juga kakaku, “terima kasih” hanya itu yang aku ucapkan untuk mereka.
pesta pun di mulai, acara pertama adalah meniup lilin, memotong kue, dan memakan semua hidangan yang di sediakan.. Yummy.

Sebenarnya mataku selalu tertuju pada hadiah-hadiah di bawah pohon kejutan, ada sebuah kado besar yang membuat ku tertarik, tetapi saat aku akan mendekati kado itu ayah selalu bilang “sabar sha”, jadi ya ku tunda saja niatku untuk mendekati kado itu. Aku berencana membukanya saat pesta usai nanti, sekarang aku sedang menikmati party ulang tahun ku yang penuh dengan makanan.

Pesta selesai kira-kira jam 9 malam, karena pesta memang di mulai jam 7 malam. Setelah semua kebun dirapikan kembali, kado besar yang terbungkus kertas berwarna merah dengan warna blink-blink itu masih ada, dengan 2 kado lainnya yang terbungkus rapi.

Aku membuka bungkusan yang paling kecil yang terbungkus kertas bermotif princess, isinya hanyalah 2 cabe merah dengan tulisan di dalamnya “semoga kamu selalu di beri kebahagiaan tanpa adanya kemarahan yang terpancar” hmm benar juga sih, akhir-akhir ini aku memang sering marah ga karuan. Kado kedua aku buka dengan pelan pelan, huh syukurlah kali ini aku mendapatkan baju berwarna pink, cantik sekali, dengan tulisan… “selalu bersyukur di setiap langkah kaki mu” ahh lagi lagi aku mengakui kesalahan ku, aku memang bukan orang yang pandai bersyukur, namun aku akan mencoba, tinggal 1 kado lagi yang belum ku buka. Dan ternyata isinya… “kaset?” ucapku pada diri sendiri, tapi untuk apa? di dalam kado itu juga ada tape kecil untuk memutar kaset, ternyata lagunya adalah lagu yang bisa membuat ku bersemangat. ah benar juga! Aku suka lelet kalau melakukan sesuatu hal, setelah aku membuka semua kado ku, aku tersenyum dan sadar bahwa aku harus berubah.

Cerpen Karangan: Salsabila
Facebook: sal sabila prameswari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: