Hari Sial Berubah Menjadi Hari Bahagia

            Pada postingan berikutnya berjudul  Hari Sial Berubah Menjadi Hari Bahagia.Cerpen ini mengisahkan seorang anak cewek yang pada ssaat itu dia mendapatkan hari yang sangat ia tidak suka,namun dari hari itu juga ia mendapatkan sesuatu yang baik yang ia tidak duga,Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

        Putri bangun pagi ketika beberapa menit jam weker sudah berbunyi. Ia mengucek matanya. Dan dilihatnya jam weker. Sudah jam 06.30!. Ia segera mandi, lalu memakai seragam sekolahnya. Ia juga tidak sempat sarapan karena sudah terlambat.

Sekarang hari Senin. Saatnya upacara bendera segera di mulai. Untunglah, Putri dapat mengahadiri upacara bendera. Tetapi, ia belum sarapan!. Awalnya, ia baik-baik saja. Namun, tiba-tiba ia merasakan kepalanya pusing dan, BRUK… Ia jatuh pingsan di tanah.

Putri sudah sadar dari pingsan. Tetapi, sekarang dia di mana?. Ya, sekarang ia di UKS. Ia segera bangkit dari ranjang UKS. “Kamu jangan bangkit dulu. Nanti kamu pingsan lagi, siapa yang tolong?” kata petugas UKS dengan galaknya. “Aku ingin ke kelas” balas Putri. “Oh, silahkan” jawab petugas UKS itu.

Putri menuju ke kelasnya. Tetapi, ia melihat semua temannya sibuk mengerjakan sesuatu. Tiba-tiba, ia ingat bahwa hari ini ada ulangan. Astaga, aku belum belajar! Teriak Putri. Diurungkannya niat untuk masuk ke kelas.

Putri memilih untuk ke kantin. Tetapi, kantin tutup!. Putri lemas sambil menahan perut yang lapar. Tiba-tiba, ia kembali pusing dan, BRUK… Putri kembali pingsan!.

Putri kembali sadarkan diri. Ia sekarang di ruang UKS lagi. Tetapi, di depannya sudah ada teman-temannya sambil membawa sebuah kue tar. “Selamat ulang tahun, Putri” ucap teman sekelas Putri. “Lho, kok kalian ada di sini?. Bukannya kalian ulangan?” tanya Putri. “Kami sudah pulang, Put” jawab salah satu teman Putri. “Ini untukmu, Put” kata teman Putri lainnya sambil menyodorkan kue tar. Putri terkejut. Ia lupa pada hari ulang tahunnya. Ia menerima kue tar itu. Tiba-tiba, salah satu teman Putri mengambil krim kue tar itu dan dicoleknya ke Putri. Putri malah tertawa. Ia membalasnya dengan colekan krim itu juga. Ah, senangnya hari bahagia dengan penuh kejutan. Tapi, tunggu dulu!. Putri belum ulangan!. Tetapi, ia pura-pura tidak tahu sambil masih bermain dengan teman-temannya

Cerpen Karangan: Thalita Vioni Zahra
Facebook: Vioni Zahra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: