Special Day

      Pada postingan berikutnya berjudul Special Day.Cerpen ini mengisahkan seorang cewek yang ingin membagi kebahagiaan dengan kekasihnya,namun kebahagiaan itu mulai menghilang ketika kekasih yang di cintainya itu tidak kunjung datang.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

               Pagi yang cerah untuk hari yang istimewa. Yap! Hari ini tepat tanggal 23 Desember, Grace dan David akan merayakan hari jadinya yang ke-1 tahun 11 bulan. Grace yang notabene gadis yang sangat menginginkan KESEMPURNAAN menyiapkan hari bahagianya sesempurna mungkin. Mulai dari tempat acara yang berlangsung di taman tempat waktu Grace jadian sama David. Lalu Grace mengundang band kesukaannya dia dan David. Sampai dekorasi dan makanannya pun ditentukan oleh Grace sendiri. Dan dia juga sampai merogoh koceknya dalam-dalam hanya untuk tampil sempurna di hadapan David. Maklumlah, David cinta pertamanya Grace.

Setelah semua persiapannya selesai, akhirnya tiba saatnya untuk memulai acara. Tapi David belum datang. Jam sudah menunjukan pukul 7 malam. Tetapi David masih belum datang, seharusnya acara sudah di mulai sejam yang lalu.
“David mana sih? Padahalkan acaranya harus udah di mulai” Keluh Grace sambil monda-mandir di backstage.
“Grace, David mana? Gue masih ada job lain nih.” Ucap salah seorang personil band kesukaan dia dan David.
“Gue gatau, gue BBM juga ga di bales. Ya udah kalo kalian mau pulang, sana!” bentak Grace
Semuanya tampak bersiap-siap untuk pergi. Hingga hujan deras pun turun. Grace masih menunggu di taman. “Semuanya sirna! Semuanya gagal! Semuanya hancur gara-gara lo David!” kata Grace sambil melemparkan cincin pemberian David.

2 hari berlalu. Semenjak kejadian di taman Grace hanya menghabiskan waktunya di kamar. sayup-sayup terdengar suara tangisan. tak henti-hentinya Grace menangis. saat ini harinya sudah hancur lebur gara-gara hari yang seharusnya menjadi hari yg sempurna sirna hanya karena David tidak datang. Grace lalu melihat ke arah foto dia dan David. Lalu dengan teganya dia membuang foto itu ke tempat sampah yang ada di pinggir meja belajarnya. Tiba-tiba ada seseorang yang melemparkan batu kerikil ke arah jendela kamar Grace. Saat membuka tirai kamarnya dia melihat sosok laki-laki yang sangat dia cintai. David! Grace lalu buru-buru pergi dan kembali duduk di ranjangnya.

Kemudian handphone-nya berdering. Terdengar suara laki-laki dari sebrang telepon.
“Halo Grace aku mau…” belum juga David menyelesaikan kalimatnya, Grace sudah memotong
“mau apa kamu nelfon aku lagi? belum cukup ya kamu nyakitin perasaan aku? udah deh ga usah usik hidup aku lagi!” bentak Grace sambil menutup telfonnya. Hujan begitu deras. Grace melihat dari jendela kamarnya mobil David masih terparkir di depan halaman rumahnya.

“Grace, gue kecewa sama lo!” tiba-tiba seorang cewe bertubuh tinggi masuk ke kamar Grace dan membentak Grace.
“Maksud lo?” tanya Grace kebingungan
“Tega ya lo ngebiarin cowo lo sendirian di luar sana kehujanan?” omel ka Farah, kaka satu-satunya Grace.
“Kenapa lo jadi bentak-bentak gue? Dia juga tega, ngancurin hari bahagia gue sama dia! Dia juga tega ngebiarain gue sendirian kehujanan di taman!”
“Harusnya lo dengerin penjelasan dari dia! Lo tau 2 hari yg lalu kenapa dia ga datang? Dia kecelakaan Grace! Dia koma satu hari, ke mana aja lo waktu dia koma? Lo gaada kan? Pacar macam apaan lo??”
“Bohong!” ketus Grace
“Buat apa gue bohong, Emang ada gunanya, untung nya apa buat gue?”
“terus kenapa enggak ada yg ngasih tau gue?”
“Hey, handphone lo baru aktif barusan kan? Ke mana aja kamu selama ini? Lo ga liat tangan dia di gips!” jelas ka Farah, “sekarang lo samperin dia gih”
“udah terlambat ka” kata Grace dengan nada yg menyesal
“belum terlambat Grace. ayo sekarang lo turun dan samperin dia, inget Grace kesempatan ga akan datang 3 kali. gue tau lo masih sayang sama dia” kata Ka farah sambil memegang pundak Grace

Grace masih ragu. Dia kecewa sama dirinya sendiri. Dia nggak pernah memperdulikan perasaan orang lain. Yang dia pikirkan hanyalah dirinya sendiri. Tanpa sadar, kakinya melangkah keluar. Lalu dia memandangi David yang sedari tadi kehujanan di luar sana. Grace pun menangis dan menghampiri David.
“Tega yaa lo, ninggalin aku di taman kehujanan” kata Grace sambil menghapus air matanya
“Kamu juga tega ninggalin aku di sini kehujanan” ledek Grace
“Ya maaf, aku kan ga tau kamu kecelakaan. David aku mau minta maaf sama kamu, selama ini aku udah bersikap egois, aku engga pernah bisa ngerti perasaan kamu. Maaf yaa, kita masih jadian kan?”
“iya Grace, aku udah maafin kamu ko. justru aku yg harusnya minta maaf, aku udah ngancurin hari bahagia kita. Grace kamu menjadi sempurna untuk bisa mencintaiku. karena dengan kamu yang tampil apa adanya, di mata aku kamu udah sempurna” kata David sambil memegang tangan Grace “Dan Grace, kamu ga usah repot-repot nyiapin ini itu untuk Anniversary Day kita. karena bagi aku, bisa terus ngeliat pelangi di mata kamu aja itu udah sempurna kok.”
“aaah, thank you yaa David, aku janji ga akan ngulangin kesalahan yang sama lagi. Tapi, aku juga mau minta maaf, cincin yang waktu itu kamu kasih ke aku, aku udah buang waktu di taman.” kata Grace dengan mimik muka yang sedih
“ah itu kan cuma cincin, nanti kita bisa beli yang baru.” kata david sambil memeluk Grace.
“i love you more than anything David” kata Grace yg tenggelam dalam pelukan hangat David

SELESAI

Cerpen Karangan: Risma Destiyanti
Blog: http://rismadestiyanti.tumblr.com

Nama: Risma Destiyanti
Join me Twitter : @RismaDK
Facebook : Risma Destiyanti
Tumblr : rismadestiyanti.tumblr.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: