Tidak Akan Berbohong Lagi

           Pada postingan berikutnya berjudul Tidak Akan Berbohong Lagi.Cerpen ini mengisahkanSeorang anak yang suka berbohong kepada seseorang.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

“ Rima, sudah jam 9 malam, saatnya tidur nak! Besokkan kamu sekolah,” kata Mama didepan pintu,
“ Tanggung ma, sebentar lagi!” balas Rima. “ 15 menit lagi ya Rima, mama akan datang lagi untuk melihatmu.” “ Baik, ma!” kata Rima

Rima adalah anak kelas 1 SMP Majapahit. Seminggu lalu Dion sepupunya datang dan memperkenalkannya pada sebuah game/permainan di komputer judulnya MCF, Mystery Case File. Yaitu sebuah permainan detektif yang dalam menyelesaikan suatu kasus harus dengan mengumpulkan bukti yang dicari dalam suatu ruangan yang berbeda-beda. Yang membuat Rima tertarik adalah karena permainan itu dalam Bahasa Inggris, sehingga sambil bermain Rima dapat menambah kosa kata baru, dan dengan gambar 3 dimensi membuat permainan tersebut menjadi indah dan menarik.

Sudah 2 hari ini Rima selalu tidur larut malam tanpa sepengetahuan mama. Sama seperti malam ini. Sebelum mama kembali ke kamar, Rima akan berpura-pura tidur, jadi pada saat mama sampai dikamar, dilihatnya Rima sudah ada ditempat tidur, mama menciumnya mengucapkan selamat malam, mematikan lampu kamar, membuka pintu terbuka sedikit.
Setelah didengarnya suara pintu kamar mama tertutup, ditunggunya 10 menit, Rima beranjak dari tempat tidur, menuju meja belajar dan menyalakan komputernya kembali. Dan Rima pun tenggelam dalam permainannya sebagai detektif.

“ Ughhh…mataku sakit, badan pegal banget,” kata Rima, diliriknya jam dinding diatas tempat tidur , “ HAH!..jam 1 pagi. Aduh bisa kesiangan besok!” cepat –cepat dimatikan komputernya dan Rima pun tidur.
“ Rima! Bangun nak, sudah jam 6, ayo mandi nanti terlambat kamu kesekolah. Papa sudah menunggumu dimeja makan tuh.” kata mama

“ Hoahemm..,” dengan mata berat Rima berusaha untuk bangun. “ Ughh.. perasaan baru aja tidur deh, kok dah jam 6 lagi…malesss banget.” Tapi dari pada mama curiga dan gak boleh main lagi Rima berusaha untuk bangun diambilnya handuk dan masuk kamar mandi. Sarapan cepat-cepat karena papa sudah menunggunya di mobil.

“ Berangkat ya ma! Diciumnya tangan mama dan langsung berlari keluar karena papa sudah membunyikan klaksonnya.

Sampai disekolah, sahabatnya, Anik, Rena dan Selfi sudah berkumpul dimeja Anik.

“ Pagi ..girls! Asyik banget sih pada ngumpul ada apa nih?” Tanya Rima.

“ Loe gak lupakan hari ini ada tes IPSnya Pak Marpaung!’ kata Selfi.

HAH! Duhh gawat nih..karena semalam asyik bermain Rima lupa kalau ada tes pagi ini. Aduh gimana nih! Cepat-cepat dibukanya buku IPS, belum juga Rima sempat membacanya, tiba-tiba bel masuk berbunyi dengan keras. Tak lama Pak Marpaung masuk kedalam kelas.

“ Selamat pagi anak-anak!’ gelegar suara Pak Marpaung memenuhi ruangan, “ Seperti yang sudah bapak janjikan Minggu lalu, hari ini kita akan tes, tutup buku kalian, letakkan dalam tas. Dan tangan diatas meja, akan Bapak bagikan lembaran kertas tesnya sebentar lagi.” Rima hanya bisa terduduk lemas.

Jam istirahat sekolah.
“ Wah gak sia-sia aku belajar soal minggu lalu, banyak yang keluar tes tadi,” kata Anik, disambut anggukan ke 2 sahabatnya yang lain. “ Loe gimana Rim, kok lemes banget keliatannya? Bisakan ngerjain soal2 tadi? Tanya Selfi.
Rima hanya bisa menggeleng, hampir setengah jawaban tesnya kosong, karena Rima lupa untuk membaca ulang pelajaran itu. Terbayang pada saat terima laporan pertengahan tahun, aduh pasti banyak nilai-nilainya yang turun. Tapi…. permainan tersebut memang sangat menyenangkan.

Siangnya, pelajaran terakhir adalah Bahasa Indonesia Ibu Marni. Mata Rima rasanya berat banget..wah gimana nih? Dicobanya untuk terus berkonsentrasi tapi tiba-tiba.
BUG! Gak sengaja kepalanya terantuk meja, Rena hanya bisa menatap bingung, sambil digoyang-goyangnya badan Rima, jangan sampai ketahuan kalau Rima sempat tertidur tadi.

Dihampirinya Rima yang sedang menunggu mamanya didepan gerbang sekolah,
“Kau kenapa Rim, ketiduran tadi ya? Tuh liat dahi mu agak merah bekas kejedut meja,” kata Rena. “Ngantuk ya, kok tumben ada apa?”.
“ Iya Na, eh itu mamaku, sampai ketemu besok ya!” kata Rima sambil melambaikan tangannya.

“ Loh dahi kamu kenapa Rim,” tanya mama waktu dilihatnya dahi Rima agak merah.

“ Gak pa pa, tadi gak sengaja keantuk meja. Rima tidur dulu ya ma ngantuk banget nih.”

“ Nggak makan dulu Rim, tuh mama bikinin bakso ikan kesukaanmu,” kata mama.

“ Nanti deh ma, beneran ngantuk banget nih.” Kata Rima sambil berjalan ke kamar.

Hampir 2 minggu kejadian itu terus berlanjut, pulang sekolah Rima selalu dalam keadaan mengantuk. Akhirnya mama curiga, malam ini seperti malam-malam sebelumnya, mama pura-pura tidur cepat, dilihatnya Rima juga sudah ditergolek ditempat tidur, dikamar mama menunggu, apa sih yang dilakukan Rima setiap malam. Jam menunjuk pukul 11 malam, didengar ada suara-suara seperti film horror dari kamar Rima, dengan berjingkat mama pergi ke kamar Rima, dan dilihatnya Rima sedang asyik menatap layar computer dan sekali-sekali membuka kamus Inggrisnya. “ Ohhh.!”. ini rupanya yang dilakukan Rima setiap malam.

Tidak terasa besok adalah pembagian nilai pertengahan semester. Tadi Rima dipanggil Wali Kelasnya Ibu Murni, beberapa nilainya turun dengan drastis, dan Rima mendapat surat panggilan untuk orang tua. “ Aduhhh… mama bisa marah kalau begini.” Sesampainya dirumah….

“ Gimana Rim, hasil nilai pertengahan semesternya?” Tanya mama.

Diserahkan buku nilainya kepada mama, beserta surat dari Ibu Murni dengan kepala tertunduk.
Setelah dilihatnya nilai-nilai Rima dan surat panggilan itu, mama menarik nafas panjang. “ Duduk disebelah mama sini, ada yang Rima mau ceritakan ke mama tentang hasil nilaimu ini?” Tanya mama.

Huaaaa…Rima pun menangis dalam pelukan mama.
“ Maafkan Rima mama, Rima salah selama ini asyik bermain sehingga lupa belajar. Rima janji ma gak akan ngulangin lagi. Mama boleh ambil komputer di kamar Rima,” kata Rima sesengukan.

Diusapnya kepala Rima, “ Mama tahu kalau setiap malam kamu suka main diam-diam sampai larut malam. Mama hanya ingin kamu merasakan sendiri Rima, lihat nilai-nilai kamu semua turun, kamu sering capek hingga tidak bisa belajar. Mama lihat juga kamu jarang main sama sahabat-sahabatmu lagi, kemarin Selfi telpon kok setiap pulang sekolah kamu pasti tidur dan beberapa kali Rena juga bilang kamu ketiduran dikelas.”

“ Iya ma, maaf Rima memang salah! Kata Rima.

“ Baiklah kalau begitu Rima, kamu janji sama mama kamu akan perbaiki nilai-nilai kamu,” kata mama. “ Iya, ma Rima janji!”.

“ Dan sebagai hukuman, mama tarik komputer dikamar mu, dan untuk sementara mama letakkan disudut ruang keluarga. Jadi kamu masih bisa mengerjakan tugas-tugasmu disana. Dan hanya boleh bermain game pada saat kamu libur sekolah, ya!” kata mama dengan tegas.

“ Iya, makasih ya ma, Rima berjanji tidak akan berbohong dan rajin belajar.

Cerpen Karangan: Ardhya EI
Blog / Facebook: summerbinsemar.blogspot.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: