Nonton Konser

        Pada postingan berikutnya berjudul Nonton Konser.Cerpen ini mengisahkan kegiatan para sahabat saat ada konser band.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

         “wah! Wuiih! Woow!” ujar murid-murid terkagum melihat pengumuman di mading. Friskha, Richelle, Icha, Alicja, Nancy, Tichelle yang kebetulan lewat di depan mading yang banyak muridnya yang berkerumunan itu, langsung tertarik untuk melihat ada pengumuman apa yang ada di mading yang sudah banyak kertas bekas yang masih nempel disana.
“permisi, permisi,” kata Richelle mencoba memasuki celah kecil di kerumunan murid-murid itu. Icha, Alicja, Nancy, dan Tichelle mengikuti Richelle. Friskha… enggak usah di tanya lagi. Pastinya dia agak kasar untuk masuk ke kerumunan.
“ada apa sih?” tanya Alicja yang masih berada di tengah kerumunan. Belum sampai-sampai ke depan. Mentang-mentang tubuh pendek, banyak orang yang mendorongnya keluar dari kerumunan.

Setelah beberapa menit di dalam kerumunan yang sumpek pengap itu, akhirnya, mereka keluar juga.
“aku enggak sempat ngeliat! Mentang-mentang bandanku pendek, mereka enak banget dorong aku.” Kata Alicja dengan muka usang.
“aku juga.” Sahut Nancy.
“aku sebentar aja masuk ke kerumunan itu. panas banget disana!” tukas Icha.
“aku sih, memang tinggi. Tapi, aku cuma bisa ngeliat tulisan ‘KONSER’. Itu doang!” kata Tichelle sambil mengelap pelipisnya dengan tisu.
“iya. Emang ada konser.” Jelas singkat Friskha. Mungkin enggak bisa disebut jelas. Ya, karena cuma tiga kata.
“konser apaan sih? Aku jadi penasaran.” Tanya Tichelle yang masih mengelap wajahnya yang penuh dengan keringat.
“konser Girl Band Korea Girl Generation.” Kata Richelle.
Sejurus kemudian, Tichelle berlari ke arah Richelle dengan wajah berbinar. “apa?! Ulangi lagi, Rich!”
Richelle menurunkan alis kanannya. “konser Girl Band Korea Girl Generation!” ulang Richelle lebih nyaring.
“yang bener? Dimana?” tanya Tichelle yang masih dengan wajah berbinar dan seringkali dia mengguncang-guncangkan tubuh Richelle.
“di Mall Oniegha Tuhr. Tapi…”
“yippi!” teriak senang Tichelle sambil salto dan loncat-locat kesana kemari.
“tunggu dulu, Tich! Ada satu hal yang…”
“apa?” potong Tichelle lagi.
“bagaimana cara menjelaskannya, ya?” pikir Richelle. Richelle pun menarik nafas panjang. “konsernya…”
“di mulai besok, hari Rabu. Jam 09.00. Tepat pada saat kita belajar di kelas.” Ujar Friskha memotong.
Binaran wajah Tichelle langsung meredup. “mwo?” tanya Tichelle enggak percaya dengan cengkok khas Koreanya.
“ya, sesenang apapun kamu pengin pergi ke konser, tetap saja kamu enggak bakalan bisa. Soalnya. Konser itu sudah di mulai jam 09.00. Jika kita ingin pergi kesana, otomatis, kita harus pergi kesana jam 08.00, karena perjalanan dari Academy Elizabeth ke Mall Oniegha Tuhr itu memakan waktu satu jam. Dan kita terpaksa bolos sekolah jika pengin nonton konser itu.” jelas Friskha sambil bertolak pinggang.
“itu benar, Tich! Yang dikatakan Friskha memang benar. Semua itu benar. Konser itu memang kesempatan emas bagi kita. Selain kita bisa nonton Girl Generation secara langsung, kita juga bisa foto-foto bareng dan minta tanda tangan mereka. Apalagi, kamu ngefans banget sama Taeyeon. Iya, kan? Tapi kita enggak bisa begitu saja meninggalkan pelajaran, kan? Dan juga, besok kita harus mengikuti ulangan harian Matematika. Kalau kita enggak mengikutinya, nilai kita akan nol. Alias enggak ada nilai apa-apa, dan otomatis, kita harus mengikuti ulangan harian berikutnya plus double sama ulangan harian berikutnya lagi. Setiap semester, kan, guru Matematika kita sering memberikan ulangan. Konser itu berlangsung cukup lama. Mulai dari jam 09.00, sampai 05.00. Konser yang cukup lama memang. Ya, selain Girl Generation, masih ada Psy, Super Junior, Eru, Big Bang, dan lain-lain. Pokoknya, besok adalah hari serba Korea.” Jelas panjang lebar Richelle.
Tichelle tersentak dan terdiam sejenak sambil menatap ke bawah. Lalu dengan wajah penuh keberanian, Tichelle mengatakan yang dia inginkan. “besok aku akan bolos!” kata Tichelle dengan telapak tangan di genggam kuat-kuat seperti orang yang pengin nonjok.
“apa?!” pekik Friskha, Richelle, Icha, Alicja, Nancy enggak percaya. Mereka enggak percaya dengan apa yang dikatakan Tichelle.
“kamu enggak takut tuh?” tanya Richelle.
“enggak!” jawab santai Tichelle.
“nanti kan jadinya double ulangannya.” Tukas Icha.
“biar aja. Yang penting aku bisa ketemu sama Taeyeon.” Jawab Tichelle dengan nada yang sama.
Alicja berdecak. “kamu memang tipe cewek yang pemberani, Tich! Enggak nyangka kamu rela ulangan dua kali demi Girl Generation.” Ujar Alicja. “kalau begitu… aku ikut bersama Tichelle.” Kata Alicja nekad.
“what?! Kamu nekad? Apa kamu enggak khawatir mencoreng nama baikmu di kelas 8-H? kamu satu-satunya murid yang enggak pernah bolos satu kali pun, kan? Ya, sebenarnya kamu pernah bolos sih, pas kamu bilang kalo kamu sakit perut. Padahal, kamu cuma mau bikin stick bombs.” tanya Icha.
“ya, mumpung kita masih berada di tengah-tengah ancaman geng The Bloom, kita juga perlu nujukin rasa menjadi murid biasa. Kita sering di ancam karena mereka…” Alicja mempersiapkan aktingnya seperti Rebecca yang ngedumel, ngomel plus cerewet. “…heh! Kalian jangan sok pinter dari kami! Jangan sok rajin! Kalian itu cuma nyari sensasi doang! Mentang-mentang anak pinter dan di sayang guru, kalian seenaknya berperilaku sok budeg kalau kami lagi ngomelin kalian!” akting Alicja cukup mengocok perut kelima sohibnya. “nah, jadi, apa ada di antara kalian yang ingin ikut ke konser?” tanya Alicja.
Friskha, Richelle, Icha, Nancy bertukar pandang.
“ayolah… siapa yang ingin ikut kami?” tawar Alicja.
“aku!” Icha menunjuk tangan.
“aku juga!” Friskha menyahut.
“aku juga!” Nancy ikut-ikutan menyahut sambil tunjuk tangan.
Alicja dan Tichelle tersenyum. “tiga setuju, dan satu sedang tanggung.” Ujar Tichelle. Mereka berlima pun menatap Richelle yang masih berfikir.
“hm, sebenarnya aku ragu. Tapi…” kata Richelle yang masih bingung.
“ayolah, Rich.” Pinta kelima sohibnya.
Richelle masih terdiam. Dan akhirnya, “aku setuju!”
Kelima BFFnya langsung bersorak senang sambil memeluki Richelle dan mencubit pipnya.

“kawan-kawan! Ayo cepat bangun! Kita harus pergi ke Mall Oniegha Tuhr sekarang juga!” teriak Richelle sambil menggoyangkan tubuh Friskha, Icha, Alicja, Nancy, Tichelle secara bergantian.
“hm! Aku masih ngantuk!” ucap Alicja sambil mengeliat.
Tichelle menguap. “hooaah! Kenapa bangun pagi-pagi? Ini kan masih jam 07.00!” kata Tichelle dengan jari telunjuknya ke arah jam weker di atas lemari itu.
“sekarang memang jam 07.00. aku lupa ngasih tahu ke kalian kalo kita harus membeli tiket konser di mall itu. Kalau enggak, sia-sia saja kita pergi ke konser kalau ujung-ujungnya kita bakalan enggak di terima disana.” Jelas Richelle.
Dengan sekejap bagai kilat yang tiba-tiba menyambar, kelima kawannya langsung bangun dengan mata yang mencuat dari tempatnya. “apa?!” kata mereka bersamaan.
“makanya! Kita harus cepat! Cepat mandi, cepat ganti baju dan kita langsung pergi ke ruang makan dan ambil bagian duluan! Kalau waktunya enggak sempat, kita terpaksa makan di jalan saja! Ayo! Cepat, cepat, cepat!” teriak Richelle bagai Jenderal.

Mereka berenam akhirnya sudah siap dengan gaya yang cukup cucok!
Friskha siap dengan kaos merah bertuliskan Girl Generation. Dengan celana jeans panjang dan sepatu kets warna aneh. Biru caribian dengan menabrak warna merah marun. Rambutnya hanya di ikat horse tail dan poninya di jepit dengan jepit rambut warna pink.

Richelle dengan dress putih panjang selutut tanpa lengan dengan syal sebagai pehinghias lehernya. Mengenakan sepatu kets berwarna abu-abu mirip pakaian yang dikenakan Suri Cruise. Rambutnya tak di ikat alias di gerai dengan bebas dengan dua jepit rambut. Satu besar, warnanya merah, dan satunya kecil, warna kuning.

Icha terlihat lebih dewasa. Dengan kaos hijau di tambah jaket biru caribian sesiku. Rok abu-abu di atas lutut dengan stocking hitam dan sepatu boat hitam di bawah lutut. Rambutnya di kuncir dua dan disisakan sebagian di belakang.

Alicja dengan kaos bergaris warna pink dan jaket pendek berwarna merah. Rok pink diatas lutut dengan aksen kotak-kotak berwarna merah. Dia memakai sepatu kets berwarna pink dengan di tabrak warna merah. Rambutnya yang panjang dia ikat seperti rambut Miwako Sayumi dengan ikat rambut berbentuk kelinci putih.

Nancy dengan kaos merah bertuliskan “I Love Girl Generation” dengan kaos berkerah pendek warna pink yang di ikat ujungnya. Celana jeans pendek dan tas tangan berwarna orange. Sepatu kets berwarna merah dan putih dengan kaos kaki bergaris-garis warna putih dan merah panjang selutut. Rambutnya di jepit dengan beberapa jepit rambut bentuk bunga warna-warni empat buah menghiasi rambutnya.

Tichelle tampil lebih heboh dan kelima sahabatnya! Dia memakai kaos putih tanpa lengan, dengan jaket jeans dan celana jeans di atas lutut. kaos kaki selutut bergaris warna pink putih. Sepatunya berwarna pink tua. Hampir mirip dengan pakaian yang dikenakan Leonie Berthonnaud saat memainkan peran Aelita Schaeffer di film Code Lyoko Evolution. Hanya saja, Tichelle mengenakan celana jeans. Enggak seperti Leonie yang mengenakan rok pink selutut. Ingat ya, Aelita Schaeffer! Bukan Aelita Maddox, alias anggota geng The Bloom. Ok, balik lagi ke pakaian. Rambut Tichelle di kucir sama seperti Alicja.

Setelah berpakaian cucok, mereka pun siap untuk mengendap-endap keluar dari kamar. Karena waktu yang sudah begitu mepet, terpaksa mereka pergi tanpa sarapan. Hanya beberapa teguk air putih.

Setelah berusaha keluar dari penjara alias sekolah mereka sendiri, akhirnya, mereka bisa langsung memanggil taksi lalu pergi ke Mall Oniegha Tuhr. Perjalanan yang cukup lama memang. Apalagi macet sering terjadi di jalan raya itu.
Satu jam mereka pergi dan akhirnya sampai juga di tujuan. Banyak sekali orang-orang yang ingin menonton konser besar-besaran itu. mereka berenam pun langsung pergi ke kerumunan orang-orang yang sedang membeli tiket. Harga satu tiket $50. Kemahalan? Ya, itu sesuai dengan konser besar-besaran ini.
“kalian semua pastinya bawa uang, kan?” tanya Tichelle.
“pastinya!” ucap Richelle menujukkan jempolnya sambil berkedip. Yang lain juga.
“oke, aku akan pergi kesana,” kata Tichelle sambil menunjuk ke arah kerumunan orang-orang yang sedang membeli tiket. “apa ada yang ingin minta ambilkan tiket?” tawar Tichelle.
“aku! Aku! Aku!” teriakan heboh dari lima sohibnya dan masing masing menyodorkan $50 kepada Tichelle. Tichelle pun mengambilnya satu persatu.
“yah! Saatnya kita membeli tiket. Bye! Semuanya!” kata Tichelle sambil berlalu ke kerumunan.

“kamu rasa apa, Cha?” tanya Richelle.
“hm, rasa… gelato coklat dengan biscuit yang dihiasi saus coklat dan caramel!” seru Icha berlagak bagai balita.
Richelle tersenyum. “paman, gelato coklat dengan biscuit yang dihiasi saus coklat dan caramel satu. Vanilla dengan taburan messes, kacang almond, dan permen gummy satu. Mint dengan taburan buah blackberry dan cherry satu. Gelato rasa lemon, vanilla, dan strawberry, di tambah buah cherry, blueberry, dan strawberry dan juga potongan waffle satu. Dan… dan…” kata Richelle memesan gelato di toko gelato yang terkenal enak. Tapi, lupa pesanan yang terakhir.
“sstt!” kata Friskha menarik-narik lengan Richelle. Richelle mendekatkan telinganya. “cappuchino dengan wafer roll dan taburan bubuk mocca” bisik Friskha.
Richelle langsung memesankannya. “oya, cappuchino dengan wafer roll dan taburan bubuk mocca satu dan punch smoothies dengan beberapa potong buah di atasnya satu. Semuanya pake wadah, ya, Jangan pake cone!” Pesan Richelle. Paman penjual gelato itu langsung menyiapkan pesanan pelanggannya.
“punch smoothies gelato buat siapa, Rich?” tanya Icha.
“buat Tichelle.” Jawab Richelle santai.
Icha memonyongkan bibirnya lalu mengunyah kembali hotdognya.
“nona! Ini enam gelato pesanan kamu!” ujar paman penjual gelato sambil menyodorkan enam gelato pada Richelle. Richelle yang sedang mengunyah kentang gorengnya langsung mengambil tiga gelato yang semuanya besar-besar.
“hey! Bantuin dong! Ini banyak banget tahu!” tukas Richelle. Friskha pun beranjak dan mengambil tiga gelato.
Gelato coklat dengan biscuit yang dihiasi saus coklat dan caramel ke Icha. vanilla dengan taburan messes, kacang almond, dan permen gummy ke Alicja. cappuchino dengan wafer roll dan taburan bubuk mocca ke Friskha. Mint dengan taburan buah blackberry dan cherry satu ke Richelle, dan yang terakhir, punch smoothies dengan beberapa potong buah di atasnya, pastinya ke Tichelle.

Akhirnya, Tichelle datang dengan enam tiket berada ditangannya. “hey, teman-teman! Aku sudah membelikan tiketnya nih! Masih ada waktu 30 menit menunggu konsernya di mulai!” kata Tichelle sambil melirik jam tangannya.
“oya?” tanya Richelle yang ingin menyuap gelatonya. “nih! Sambil nunggu, kamu makan dulu, gih!” kata Richelle sambil menyodorkan bungkus makanan, minuman cola, dan enggak ketinggalan gelatonya.
Tichelle pun duduk di kursi. “wah! Kamu tahu dari mana aku suka puch smoothies gelato dengan potongan buah?” tanya Tichelle berbinar.
Richelle menyeringai. “Cuma kebetulan doang!” kata Richelle menyuap gelatonya.
Tichelle tersenyum sambil mengunyah sandwichnya lalu meneguk minuman colanya.

Setelah perut kenyang, tepat pukul 09.00, mereka pun pergi ke ruang utama di mall.
Konser yang disajikan cukup meriah. Seusai Girl Generation tampil, saatnya foto-foto! Friskha, Richelle, Icha, Alicja, Nancy, Tichelle enggak ketinggalan buat ngambil moment yang mungkin enggak bisa di ulang lagi. Mereka rela berdesakan buat ketemu idolanya. Mereka juga enggak kalah cucok dari yang lain, pas foto-foto bareng personel Girl Generation.
Apalagi Tichelle yang nekad peluk-peluk Taeyeon dan minta di foto berduaan! Wuiih! Pokonya keren banget bisa ketemu Girl Generation! Oya, enggak ketinggalan mereka berenam minta tanda tangan para personel Girl Generation. Karena saking miripnya dengan Taeyeon, banyak orang yang berfikir Tichelle itu adik kandung Taeyeon, lho! Saik, kan?

Setelah puas mulai jam 08.00 sampai 05.00, akhirnya mereka pulang juga. Sesampai di sekolah, lagi-lagi mereka harus mengendap-endap. Karena jam sudah menunjukkan 06.00, pastinya para murid sedang berada di ruang makan untuk makan malam. Jadi, mereka bisa dengan mudah memasuki kamar dan segera mengganti pakaian mereka dengan seragam dan enggak ketinggalan almamater mereka.

Seusai makan malam dan mengikuti pelajaran malam hari yang bisa bikin kepala kebakar, akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu para anak datang juga. Kalian tahu enggak apa itu? Yup! BOBO! Friskha, Richelle, Icha, Alicja, Nancy, Tichelle yang sudah enggak tahan lagi memakai bola mata yang rasanya tinggal lima watt itu, langsung tertidur pulas sampai-sampai lupa gosok gigi dan cuci muka karena saking ngantuknya.
Zzz…

Kalian tahu? Menurut Friskha, Richelle, Icha, Alicja, Nancy, Tichelle, ini adalah musim semi terindah yang pernah dilalui mereka bersama.

SELESAI

Cerpen Karangan: Jauharia Rusyady
Facebook: Rusyady Ria Rusyady

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: