Belajar Memasak

    Pada postingan berikutnya berjudul Belajar Memasak.Cerpen ini mengisahkan kegiatan belajar memasak anak sekolah yang di pandu oleh guru masak.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

Libur telah tiba, saatnya semua barang-barang yang berhubungan dengan sekolah di simpan. Seperti: buku tulis, tas, sepatu, dan semacamnya. Rabu pagi ini, aku pergi ke taman di depan kompleks perumahanku. Sudah tampak Keyza, Amel, Mitha, Syaila, dan Rara sedang menungguku.
“Hai, semua! sudah menunggu lama ya.” sahutku ceria.
“Sudah tahu, kok malah tanya.” sahut Syaila agak cemberut.
“Hehehe.. maafin aku ya.” tawaku yang sebenarnya sedikit malu.
“Ya sudah, Ranty kan! sudah datang, yuk! lebih baik kita langsung bermain.” bujuk Keyza.
“Ayo!!” seru kami serempak.

Kami pun mulai dengan hompimpa dan secara bergiliran kami melakukan lompat tali. Saat aku mulai melompat tiba-tiba
“Bruuukk!”
Aku terjatuh dan kakiku mengenai sebuah pohon.
“Adduuhh!! sakit.” teriakku.
Semua pun berlari menolongku.
“Kau tidak apa kan!” tanya Mitha panik.
“Tid..ak.. hanya memar sediki..t.” kataku agak gemetar.
“Apa ini?!” kata Amel sambil meraih selembar kertas di dahiku.
“Kelas memasak Mimy, khusus untuk anak-anak yang sedang mengisi liburan. Mulai hari Kamis jam 08.30 di taman perumahan Garden Williem. Biaya grattis!. Wahh! kelas memasak ini akan di adakan di taman ini.” seru Amel.
“Asssyyikk..” seru kami kembali serempak.

Akhirnya, kami pun kembali pulang ke rumah masing-masing karena matahari sudah tepat di atas kepala kami dan azan zuhur sudah berkumandang.
“Assalamualaikum mama!” seruku.
“Waalaikumsalam Ranty, loh kakinya kenapa memar begitu? kamu jatuh? apakah sakit?” jawab bunda dan diiringi dengan berbagai pertanyaan lainya.
“Tidak apa kok ma! hanya memar biasa.” kataku sambil mengedipkan sebelah mataku.

Aku pun menelusuri anak tangga yang menuju ke kamarku. Aku pun mengambil air wudhu, setelah itu aku pun memakai mukena dan mulai membaca niat sholat zuhur.
Selepas itu, aku pun berdoa untuk kedua orang tuaku dan aku pun melipat mukena yang telah selesai digunakan.
Aku pun turun untuk membantu mama yang sedang memasak.
“Ma, aku boleh tidak ikut kelas memasak yang akan diadakan besok di taman di depan kompleks dan tidak di pungut biaya.” bujukku.
“Ya sudah.” jawab mama dengan penuh kepercayaan.
“Terima kasih mama.” kataku berterima kasih sambil mencium dahi mama.
Aku pun langsung membantu mama untuk menyiapkan makan malam nanti.

Makan malam pun tiba, aku pun membatu mama meyiapkan piring, sendok, dan juga garpu, Sedangkan mama meletakkan makanan untuk di santap. Menu makan malam kami hari ini adalah, sayur sawi, sambal terasi, ikan goreng dan ikan asin. Woowww.. aku suka sekali.
Selesai makan aku, mama, dan papa merapikan segala sesuatu dari meja makan dan aku pun menelusuri anak tangga untuk kembali tidur, tak lupa aku mengganti pakaian dan sikat gigi agar gigiku tepat sehat.

“kukukkryukk.”
“Ranty, bangun sudah pagi.” sahut mama yang agak berteriak.
“i..yy..a” jawabku dengan kata-kata yang berputus-putusan.

Aku pun membuka mata dan berjalan menuju kamar mandi sembari menarik handuk. Setelah itu aku mengenakan pakaian lengan panjang berwarna kuning dan rok pendek berwarna hijau, karena aku ingat hari ini aku akan pergi ke kelas memasak mimy.
“Ranty…” panggil Mitha, Rara, Keyza, Amel dan Syaila dari luar ruamah.
“iya, tunggu sembentar.” jawabku.
Aku pun turun untuk mengambil sepotong roti dan menghabiskan segelas susu.
“Mama, papa aku pergi dulu ya.” kataku buru-buru sambil memakai sepatu berwarna merah.
“iya Ranty.” jawab papa dan mama sambi mengelengkan kepala.

Akhirnya, setelah 5 menit berjalan kami pun sampai di kelas memasak Mimy. Kami pun mendaftar dan dipersilahkan masuk ke dalam kelas. Disana sudah ada kurang lebih 30 orang murid.
“Hari ini kita akan memasak kue tart.” kata kak mimy.
Kami pun mulai memasak kue tart di mulai dengan memangang bolu, dan akhirnya di hias dengan cream. Aku tak tahu apa rasa dari boluku?
pasti aku akan di eliminasi karena di kelas memasak ini akan ada juga juara, makanya akan ada yang tereliminasi.
Kelas memasak selesai, waktunya pemilihan siapa yang tereliminasi.
“yang tereliminasi adalah Keyza, Mitha, Rara, Ranty, Amel, dan Asyila.” sahut kak mimy memberitahu.
Entah mengapa kami berenam sama-sama di eliminasi. Kami pun menyesal sekaligus sedih, tetapi ya sudalah. Yang penting sudah mencoba, dan tahun depan kami akan mengikuti kelas memasak kak Mimy lagi ah..

Cerpen Karangan: Lulu Kamalia Putri
Facebook: a kamalia lulu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: