Ayah Tercinta

   Pada postingan berikutnnya berjudul Ayah Tercinta.Cerpen ini mengisahkan kisah seorang anak perempuan yang ditinggalkan oleh orang yang ia sayangi.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

       Namaku dhian, aku bersekolah di SMA negeri 1 giri di kota banyuwangi. usiaku belum 17 tahun. hari ini hari minggu di bulan maret, 1 bulan sebelum ujian nasional SMA, aku udah kelas 3 tepatnya 3 ipa 2. bulan ini bulan ke 5 setelah adikku rivo meninggal. di rumah hanya ada aku, mama, dan ayah saja. kakak laki-lakiku sudah bekerja semuanya.

“semuanya gak ada yang ketinggalan kan?” Tanya ayahku yang ada di kursi pengemudi.
“gak kok sudah masuk semua.” jawab mamaku
Hari ini kita akan ke kalibaru, kakakku yang ke-3 bekerja di sana. minggu pagi kami berangkat. Aku sayang sekali sama ayah dan mamaku saat ini, mereka no 2 setelah rivo, terutama ayahku. aku rela memberikan apapun untuknya, apapun itu.

“mas andhi sampai kapan di kalibaru?” tanyaku padab mama.
“gak tau. gak papa penting sekarang dia sudah kerjakan.” jawab mamaku.
“di rumah sepi, setelah rivo gak ada. aku rindu sekali padanya.” gumamku seorang diri. untung mama sama ayah gak denger.

Kita sampai sana sekitar jam 10.00 wib, setelah selesai berbenah kamar mas andhi. kita makan masakan mama, sambal goreng hati ayam sama dendeng. setelah itu ayah tertidur. Sore harinya kita pulang. dan malam harinya ayah mengajkku beli sepatu.
“yah, yang ini itu pas gak ada lebihnya.” ujarku.
“coba yang satu lagi, kalau yang itu nanti lecet di kaki.” jawab ayahku.
“tapi yang ini lebih mahal.” tukasku
“yang penting nyaman di pakai. mumpung ayah ada rejeki, kapan lagi ada waktu?” jawab ayahku lagi.
“besok besok kan bisa kita cari di toko lain.” aku masih ingin menyangkal. buat apa beli sepatu mahal-mahal, pikirku.
“besok senin ayah harus ke jember, terus kamu kan sibuk persiapan UAN kn, besok 3 hari kamu ada try out jadi gak bisa keluar lagi.” bantah ayahku.
Akhirnya aku mengambil sepatu itu.

Esok harinya aku berangkat di antar ayah, sejak rivo gak da ayah jadi lebih sering menagantar jemputku sekolah. Tapi karena hari ini ke jember aku pulang sama grace temanku. sampai di rumah aku bingung karena kuncinya gak ada, sebenernya aku mau ikut ke jember, tapi gara gara try out jadi gak bisa. aku jadi agak jengel hari ini.
“ayah, kuncinya dimana?” tanyaku dari telpon
“ya ampun ian, ayah lupa kuncinya ayah bawa.” jawab ayah.
“ayah ini gimana sih, terus aku gimana mau masuk rumah. masak seharian aku di luar?” aku menjawab dengan marah marah. sebenarnya itu hal sepele, tapi gara gara emang dari awal hatiku lagi jengkel, jadilah aku marah marah.
“mau gimana lagi yang namanya orang tua lupa SAMPAI MATIPUN akan tetap lupa.” jawab ayahku dengan nada sedikit marah. akhirnya akupun menangis karena baru kali ini ayah marah sama aku.
Aku gak sadar dengan ucapan ayah waktu itu. setelah aku bisa membuka kunci rumah dengan bantuan tetanggaku, aku pun telpon ayah lagi dan minta maaf, dan ayahpun menjawab iya dengan nada yang masih sedikit marah. aku sungguh menyesal.

Esoknya perlahan aku mulai berbaikan dengan ayahku. kami mulai seperti biasa bercanda. meskipun ada rivo, tidak pernah sehari pun aku lewatkan tanpa memeluk ayahku. meskipun naku sudah SMA. Seperti rabu sore ini
“yah. kata mas dhani lebih baik aku ikut ujian stannya di sorong aja.” ucapku sambil memeluknya.
“lha, kalau di situ pasti ditempatkannya di daerah luar jawa. pasti sulit pindah ke jawa!” ucap ayahku
“gak papa yah. jawa luar jawa itu sama aja kan.” jawabku
“tapi tetap jauh kan.” jawabnya lagi
kita sedikit bercanda lagi, sampai ayah berhenti dan beerbicara
“iya sudah puas puasin bercanda dengan ayah saat ini, BESOK LHO KAMU SUDAH GAK KETEMU AYAH LAGI.” kata ayahku tiba tiba. aku pun semakin memeluknya
“yah, sorong lho dekat, kalau kangenpun bisa telpon kan.” ucapku, saat itu aku tak punya firasat apapun.
“telpon kan cuma dengar suaranya tapi gak tau wajahnya.” jawab ayahku.
“kalau aku sudah kerja 1 bulan sekali pasti aku pulang.” ucapku
Kami pun bercanda lagi.

Esoknya aku menyelesaikan try out terakhirku, dan menyarahkan tugas seni lagu yaitu aransement lagu. setelah itu aku bermain dengan teman temanku, aku tertawa sampai hampir menangis, aku senang sekali hari ini.
Sebelum pulang aku mampir ke kantor dinas untuk mengurusi berkas berkas ayahku, dan aku menelponnya kalau berkasnya sudha selesai.
Sebenarnya ayahku gak kerja hari ini karena sedang gak enak badan, tapi ia memaksa, katanya dia harus menyelesaikan tanggung jawabnya hari ini.

Sampai rumah ketika aku makan sekitar pukul 12.30 wib, aku menelpon ayah karena hari ini ada pengajian di rumah. Aku telpon 2 kali gak di angkat sama ayah. baru telpon ke 3…
“yah, jangan lupa pengajian!” seruku.
“maaf nak, tapi ayahnya kecelakkan.” ucap orang tersebut
“kecelakaan dimana dan gimana keadaanya?” tanyaku panik
“di koramil rogojampi, gak papa kok nak.”
Segera mamaku ke sana sama mamanya andar sahabatku dari kecil. aku menunggu dengan cemas, hatiku sangat tidak tenang.
hpku pun berbunyi
“dhian.” ternyata mamanya andar yang telpon
“iya tante, gimana ayah tante, baik baik aja kan tante, gak parah kan?” tanyaku berturut turut
“maaf dhian, tapi ayah kamu sudah tak tertolong lagi…” ucap tante heri.
Aku hanya bisa menangis mendengarnya. kenapa bisa begini? belum cukupkah rivo di ambil?
Kenapa sekarang ayah?
Ini kah rencana Allah untukku,
Aku hanya bisa menangis dan menangis…
Bahkan setelah 2 tahun ini pun aku tetap menagis diam diam kala merindukan ayah,
Ia ayah terbaik, tak pernah sekalipun ia marah padaku,
Apa lagi memukulku…
Saat ini aku hanya bisa meminta maaf padanya…
Maaf ayah sampai saat ini pun aku belum bisa memberikan apa yang engkau inginkan, aku sungguh minta maaf ayah… hanya doa yang bisa kuberikan saat ini, tunggulah sebentar lagi… aku ingin memenuhi maumu ayah, aku sangat sayang padamu… sungguh nyawapun aku rela menukarnya untukmu… aku rindu padamu… sayangku untuk mu

SELESAI

Cerpen Karangan: Dhi3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: