Lem Rasa Stawberry

   Pada postingan berikutnya berjudul Lem Rasa Stawberry.Cerpen ini mengisahkan seorang anak yang di ejek sama temannya.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

  Hari ini kelas kami mengadakan pelajaran keterampilan. Kami disuruh membawa lem, cat, kaleng bekas, hiasan, kertas tisu, kuas, dan gunting.
“Lis, minta cat warna merah sama pink dong” Seseorang menghampiriku. Itu adalah Toni, temanku.
“Ini. Ambil saja!” Aku memberikan 2 buah botol kecil berisi cat merah dan cat pink.
“Makasih Lilis baik deh!” Canda Toni sambil berjalan ke mejanya.

“Anak-anak hari ini kita akan membuat celengan dari kaleng bekas. Untuk mengetahui caranya buka halaman 25 di buku pelajaran keterampilan!” Bu Rita berkata. Bu Rita adalah guru pelajaran keterampilan.
“Ibu akan ke ruang guru sebentar, jangan ribut ya!” Bu Rita menambahkan.

“Lilis, pinjam gunting sebentar yaa…” Seseorang menepuk pundakku. Ternyata itu adalah Ina, temanku. Dia adalah anak yang berkebutuhan khusus. Bisa dibilang dia agak-agak autis Hehehe.
“Ini Ina, hati-hati ya! Tajam lho… Nanti kamu luka” Jawabku seraya memberikan sebuah gunting dari mejaku.
“Terima Kasih! I.. Iya aku hati-hati” Jawabnya. Bukannya pergi ke mejanya, Ina malah pergi ke meja Toni dan Deri. Aku mendengar percakapan mereka.

“Ina ini ada lem rasanya stawberry lho! Rasanya manis-manis-asam! Cobain nih!” Aku mendengar Deri berkata demikian. Aku segera melihat ke meja mereka. Astaga! Ina sedang menjilat lem berwarna pink ke merah-merahan.
Aku segera berlari ke arah Ina dan mengambil lem itu. Tapi ternyata Ina sudah menjilat lem itu sebelum aku menghentikannya.
“Ina jangan!” Ucapku.
“Hahahahaha! Temen-temen! Liatin tuh Ina makan lem!” Teriak Toni. Teman-teman sekelas langsung menertawai Ina bersama-sama. Ina menangis dan berlari keluar kelas. Aku mengejarnya.
“Ina! Tunggu! Kamu mau kemana?” Teriakku sambil terus mengejar Ina.

Ina memasuki toilet perempuan. Aku mengikutinya. Aku melihat Ina menangis tersedu-sedu sambil duduk di sebuah kursi di toilet perempuan.
“Ina, sabar ya… Mereka sebenarnya gak bermaksud begitu kok!” Ucapku.
“Kenapa sih orang sepertiku selalu di ejek?! Huhuhu” Isak Ina.
“Kamu yang sabar ya… Aku kan teman kamu!” Jawabku. Ina langsung memelukku. Aku balas pelukannya. Aku tak peduli dia sedikit cacat mental. Karena dia tetap manusia.

Aku mengajak Ina ke kelas. Dia mengikutiku.
“Teman-teman! Kalian harus minta maaf kepada Ina! Walaupun dia mengalami sedikit cacat mental, dia tetap manusia! Bayangkan kalau kalian menjadi dia! Apa hati kalian tidak sedih?!” Ucapku kepada seisi kelas. Ina hanya menatapku.
“Ina! Maafkan aku ya!” Deri menghampiri Ina dan mengulurkan tangan kanannya. Mereka berjabat tangan.
Tiba-tiba seisi kelas meminta maaf kepada Ina. Mereka berjanji tak akan mengulanginya. Sekarang aku, Ina, Deri, dan Toni bersahabat.
“Lis, makasih ya!” Ucap Ina
“Sama-sama Ina! Kamu kamu harus berterima kasih kepada lem stawberry itu!” Jawabku
“Hahahahahaha!” Kami tertawa bersama.

SELESAI…

Cerpen Karangan: Carmenita
Facebook: Carmen Nita

Nama: Carmenita
Umur: 11 Tahun
Sekolah: BPK Penabur Jatibarang
Kelas: 6 » SMP
Pin ??: 222C6B31
FB: Carmen Nita
Twitter: @Carmenita28

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: