Bunda dan Duniaku

    Pada cerpen ini berjudul Bunda dan Duniaku.Cerpen ini mengisahkan seorang gadis yang sangat mencintai bundanya yang sekarang bertambah umurnya.Untuk lebih jelasnnya langsung saja ke TKP!!!

      Aku terlahir dalam sebuah kehidupan yang gelap. Sebuah kehidupan yang hanya mempunyai satu warna, hitam itulah duniaku. Mungkin bagi orang normal seperti kalian duniaku sangat membosankan, tapi tidak untukku. Bagiku duniaku sangat menyenangkan bahkan lebih menyenangkan dari kalian. Aku memang tidak terlahir untuk melihat alam dan segalanya. Tapi aku di lahirkan untuk melihat cinta Ibu yang sangat luar biasa. Sosok seseorang Ibu yang bangga mempunyai anak buta sepertiku. Dia tidak pernah perduli dengan ejekan orang atau cacian, yang dia tahu bahwa anaknya adalah benda yang paling berharga di bumi ini. “Jangan sampai kekuranganmu itu menutupi semua kelebihanmu. Kamu memang tidak bisa melihat tapi kamu harus tunjukkan semua kelebihanmu pada semua orang.” Itulah kata-kata Bunda yang selalu aku ingat ketika aku tengah lelah dengan kehidupanku.

Tiga tahun yang lalu Ayah memutuskan untuk bercerai dengan Bunda. Saat itu kedua kakakku lebih memilih tinggal bersama Ayah di banding Bunda. Tetapi aku lebih memilih untuk tinggal bersama Bunda. Sejak saat itulah aku lebih dekat dengan Bunda dan mengetahui banyak hal dalam hidup. Bunda sering bercerita tentang dunianya yang berwarna seperti pelangi setelah hujan reda, bintang yang berkelip pada malam dan masih banyak hal lain yang bunda ceritakan.

Pagi ini cuaca begitu dingin, sehingga aku harus menutup tubuhku dengan sweater berwarna ungu. Aku memang tidak bisa melihat indahnya pagi tapi aku bisa merasakan bahwa hari ini adalah hari yang sangat indah. Dengan tongkat sebagai alat bantu untukku berjalan, ku coba langkahkan kaki menuju dapur tempat Bunda membuat sarapan.
“Pagi sayang.” Sapa Bunda sambil membantuku berdiri di dekat tubuhnya.
“Pagi juga Bunda. Hari ini Bunda masak apa?”
“Maaf ya sayang hari ini Bunda cuman bisa masak ayam goreng sama sayur sop, soalnya pagi ini Bunda harus buru-buru berangkat ke kantor. Tapi Bunda janji setelah pulang dari kantor Bunda akan beliin kamu makanan yang kamu suka. Ok.”
“Ini kan hari Sabtu Bun? Biasanya libur?”
“Iya, tapi masih ada beberapa pekerjaan yang harus Bunda selesaikan sesuai target. Jadi Bunda harus lembur untuk menyelesaikannya. Oh yah, tadi Bi Lastri izin sama Bunda untuk keluar sebentar, jadi kamu jangan keluar rumah sebelum Bi Lastri datang. Ok.”
“Ok Bunda.”

Seperti biasa setelah makan bunda langsung mencium keningku dan meninggalkanku untuk bekerja. Kini di rumah hanya tinggal aku sendiri, aku berharap Bi Lastri tidak pergi terlalu lama karena itu pasti akan menjadi hal yang sangat membosankan untukku berdiam. Lebih baik sekarang aku bermain boneka di kamar.

Setelah perceraian itu terjadi terkadang aku merasa kesepian tanpa kehadiran Ayah dan kedua kakakku. Ketika aku rindu mereka aku hanya bisa menelponnya, karena memang mereka dan aku tinggal di kota yang berbeda. Aku hanya bisa berbicara dengan boneka dan Bi Lastri ketika aku merasa benar-benar bosan dengan duniaku, untung saja Bi Lastri selalu memberikan sebuah cerita yang membuatku kembali semangat untuk menjalin duniaku.
“Citra kamu ada di dalam kan?” tanya seseorang dari pintu luar yang sepertinya Bi Lastri.
“Iya Bi, masuk aja.” teriakku dari dalam kamar.
“Bi Lastri abis dari mana?” tanyaku kepada Bi Lastri yang kini tengah ada di sampingku.
“Dari luar sebentar ada urusan yeng mendadak. Kamu sudah sarapan?”
“Sudah kok Bi.”
“Baguslah. Oh yah kita keluar yuk?” ajak Bi Lastri.
“Ntar deh Bi. Hmm Bi mau bantuin aku gak?”
“Bantuin apa?”
“Empat hari lagi kan Bunda ulang tahun, aku mau Bibi bantu aku untuk tulis sebuah surat di sela-sela kado ku. Gimana?”
“Boleh, yaudah mendingan kita tulis suratnya sekarang. Bentar yah Bibi ambil pulpen dan kertas.”

Waktu terus berjalan, tak terasa kini hari telah sore. Surat yang ku buat pun telah selesai berkat bantuan Bi Lastri. Bi Lastri pun meniggalkanku untuk merapikan rumah dan isinya. Setelah itu ku coba melipat lembaran itu dan kumasukkan ke dalam tempat kado yang belum sempat ku bungkus. Surat itu hanya berisi sebuah ucapan terima kasihku kepada Bunda yang telah menjadi duniaku.

Dear Bunda,

Happy Birthday Bunda. Semoga di usia yang ke 41 ini Bunda bisa menjadi wanita yang lebih baik, lebih kuat dan lebih bahagia lagi. Pokoknya aku selalu berdoa yang terbaik untuk Bunda. Oh yah Bunda surat ini yang nulis Bi Lastri loh, jadi Bunda gak usah heran kenapa aku bisa nulis surat ini.
Makasih yah Bun, untuk semua yang Bunda berikan untukku. Aku tidak pernah menyesal dilahirkan menjadi seseorang yang buta karena dengan ini aku bisa melihat kasih sayang Bunda yang benar-benar tulus untukku. Makasih juga karena Bunda, mau menjadi mata untukku melihat dunia. Bunda juga telah menjadi teman yang baik untukku. Mungkin tanpa Bunda duniaku akan selamanya menjadi gelap, tanpa Bunda mungkin duniaku akan sangat membosankan dan menyebalkan. Bahkan tanpa Bunda mungkin aku akan menyesal telah terlahir sebagai seseorang yang buta. Untuk itu makasih atas semua yang Bunda lakukan untukku.
Bunda dalam gelap aku hanya bisa berharap bahwa Bunda akan selamanya menemaniku. Dalam gelap aku hanya bisa memohon untuk kebahagian Bunda. Maaf jika aku telah menjadi anak yang nakal dan merepotkan untuk Bunda. Jujur Bunda, aku selalu berharap untuk bisa melihat walaupun sebenarnya itu tidak mungkin. Dalam duniaku aku hanya ingin bisa melihat wanita yang melahirkanku dan membesarkanku. Aku hanya ingin melihat wajahmu Bunda. Tapi semua hanya harapan dan aku hanya bisa berharap itu dapat terkabul. Sekali lagi makasih untuk Bunda yang telah menjadi duniaku.

Tetaplah menjadi duniaku Bunda, I LOVE YOU ..

Saat ini aku hanya bisa berharap Bunda akan menyukai kado beserta surat yang kutulis untuknya.

SELESAI

Cerpen Karangan: Imanuel
Facebook: Imanuel Uchiha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: