Cinta Masa SMA

cintaPertama kali Raisa melihat Kevin, disaat itu juga mata Raisa dan Kevin saling bertatapan. Dan tiba-tiba rasa itu muncul di hati Raisa, bisa jadi perasaan itu disebut dengan cinta. Waktu itu, waktu terakhir ujian, Kevin tiba-tiba bikin Raisa galau. Dan itu pertama kalinya Raisa dibikin galau sama seorang cowok.

Setelah ujian selesai, tiba-tiba Wenda datang menghampiri Raisa.
“Raisa, ada kabar buruk nih buat lo!”
“Kabar apaan tu?” tanya Raisa yang sangat penasaran.
“Itu loh, si Kevin. Katanya, dia mau nembak cewek. Denger-denger sih cewek yang mau dia tembak anak sekolah ini juga.” jawab Wenda.
Dan tanpa disadari, air mata Raisa jatuh dan Raisa nggak bisa berkata apa-apa lagi, selain menahan amarah dan menitikan air mata mendengar kabar itu.

Disaat Raisa sedang menangis, Angel tiba-tiba nyamperin Raisa.
“Raisa, lo kenapa? Kok lo nangis?” tanya Angel yang kebingungan.
Raisa pun nggak ngejawab pertanyaan Angel tadi, dan Angel terus mendesak menanyakan pertanyaan tadi pada Raisa. Chaca pun datang menghampiri Raisa, Chaca adalah salah satu sahabat Raisa dan Angel.
“Angel, si Raisa kenapa? Kok dia nangis?” tanya Chaca yang ikut-ikutan bingung.
“Nggak tau juga Cha, dianya nggak mau ngejawab pertanyaan gue. Gue datang tadi, dianya udah nangis.” jawab Angel.
“Raisa, lo kenapa? Cerita dong ke gue sama Angel. Lo ada masalah apa?” tanya Chaca.
“Gue nggak kenapa-kenapa kok, gue cuma sedih dan kecewa aja. Ternyata Kevin mau nembak cewek lain.” jawab Raisa yang masih menangis.
“Ha! Lo jangan bercanda deh. Masa iya Kevin mau nembak cewek lain, setau gue dia suka sama lo. Emang siapa yang ngomong sama lo?” tanya kedua sahabatnya.
“Iya, tadi Wenda yang ngomong ke gue.” jawab Raisa.
Angel dan Chaca langsung pergi ke luar kelas dan mencari Wenda.

“Wen, beneran si Kevin mau nembak cewek?” tanya Angel.
“Iya, Kevin mau nembak cewek dan ceweknya itu si Raisa. Gue sama Kevin udah sepakat mau ngerjain Raisa dulu. Lo jangan bilang-bilang sama Raisa ya.” jawab Wenda.
“Oh, jadi lo mau ngerjain si Raisa. Gue kirain Kevin beneran mau nembak cewek lain, untung aja gue nggak ngelabrak Kevin duluan. Haha.” ujar Chaca.

Setelah Angel dan Chaca menemui Wenda, mereka berdua kembali ke kelas untuk nenangin Raisa yang masih nangis tadi. Dan tiba-tiba Kevin menghampiri Raisa dan menarik tangannya.
“Pulang bareng gue yuk?” ajak Kevin.
“Nggak! Lepasin tangan gue! Gue bisa pulang sendiri!” bentak Raisa.
“Udah, lo jangan bandel deh! Ayo pulang bareng gue.” Kevin pun menarik tangan Raisa.
Angel, Wenda, dan Chaca pun juga menyuruh Raisa pulang bareng Kevin.
“Udah, lo pulang bareng dia aja, Raisa.” ujar Wenda.
Dan akhirnya, Raisa pun nggak bisa menolak karena Kevin terus memaksa Raisa.

Di tengah perjalanan pulang, Kevin memulai pembicaraan.
“Lo kenapa nangis, Raisa?” tanya Kevin.
“Gue nggak kenapa-kenapa kok! Emang penting ya buat lo gue kenapa! Nggak kan.” jawab Raisa dengan jutek.
“Kalau lo nggak kenapa-kenapa, trus lo kok nangis sampe segitunya. Lo jutek amet sih, gue kan nanya baik-baik sama lo. Emang Wenda tadi ngomong apaan sih? Tadi gue liat lo abis ngobrol sama Wenda, lo langsung nangis.” tanya Kevin.
“terserah gue dong mau jutek sama siapa! Nggak ada yang ngelarang kan! Wenda bilang kalau lo mau nembak cewek trus ceweknya juga satu sekolahan sama kita.” jawab Raisa.
“Trus, kenapa lo yang nangis? Lo cemburu ya sama gue.” tanya Kevin sambil ngeledek Raisa.
Raisa hanya terdiam, dia nggak ngejawab pertanyaan Kevin tadi. Di perjalanan, Kevin ngajakin Raisa untuk makan di kafe dulu.
“Sebelum pulang, kita mampir dulu ya ke kafe. Soalnya gue lapar nih, gue yang traktir deh. Oke!” ajak Kevin.
“Terserah lo aja deh.” jawab Raisa.
Sesampainya Raisa dan Kevin di kafe, mereka berdua memesan makanan terlebih dahulu. Dan pada saat menunggu pesanan datang, Kevin mengulangi pertanyaannya tadi.
“Raisa, lo jawab dong pertanyaan gue tadi. Gue pengen tau, kenapa lo nangis waktu Wenda bilang kalau gue mau nembak cewek lain?” tanya Kevin dengan wajah yang serius.
“Lo jadi cowok bego banget sih! Nggak peka sama perasaan cewek! Gue nangis gara-gara gue tu cemburu kalau lo mau nembak cewek lain. Gue suka sama lo, gue sayang sama lo. Tapi lo nya aja yang nggak nyadar-nyadar dari dulu.” jawab Raisa.
“Oh gitu, sebelumnya gue mau nanya dulu sama lo. Lo tau nggak siapa cewek yang gue sayang dan mau gue tembak itu?” tanya Kevin sambil menatap mata Raisa.
“Ngaak! Gue nggak tau. Lagian nggak penting banget!” jawab Raisa dengan wajah sinisnya.
“Lo yakin nggak mau tau siapa cewek yang mau gue tembak itu?” tanya Kevin.
“Hmm, sebenarnya sih gue emang pengen tau. Emang siapa sih cewek nya?” tanya Raisa dengan jutek.
“Cewek yang mau gue tembak itu ada di hadapan gue sekarang dan nama cewek itu Raisa.” jawab Kevin.
Raisa pun tercengang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Kevin tadi. Raisa belum sepenuhnya percaya sama omongan Kevin tadi.
“Raisa, kok lo diam sih! Lo emang nggak ngerasa ya kalau sebenarnya gue juga suka sama lo. Gue udah jatuh cinta sama lo semenjak kita pertama kali ketemu. Gue sayang banget sama lo, lo mau nggak jadi pacar gue?” Kevin pun memegang tangan Raisa.
Raisa kembali terdiam, karena dia masih nggak nyangka kalau cowok yang disukainya juga suka padanya.
“Lo serius? Lo nggak lagi bercanda kan, Kevin? Trus yang dibilang Wenda tadi apa?” tanya Raisa.
“Iya, gue serius. Gue nggak bercanda kok. Kalau soal Wenda tu, sebenarnya gue sama Wenda udah ngerencanain hal ini dari tadi malam, buat ngerjain lo sebelum gue nyatain perasaan gue sama lo.” jawab Kevin dengan senyumannya.
“Lo berdua iseng banget sih sama gue sampai bikin gue nangis kayak tadi, gue kan jadi malu.” jawab Raisa yang tersipu malu.
“Haha, iya iya maaf deh. Trus sekarang gimana? Lo terima nggak gue jadi pacar lo?” tanya Kevin.
“Hmm, gimana ya? Gue fikir-fikir lagi ya. Haha.” jawab Raisa sambil tertawa.
“Ah, lo serius dong. Gue kan nggak lagi bercanda.” ujar Kevin.
“Haha, iya iya gue serius nih. Hmm, iya gue mau kok.” jawab Raisa.
“Mau apa?” tanya Kevin.
“Iya gue mau jadi pacar lo, Kevin.” jawab Raisa sambil tersenyum.

Setelah Raisa dan Kevin makan, mereka berdua langsung pulang. Kevin mengantarkan Raisa pulang karena hari sudah menunjukan pukul 14.00 WIB.
Tiba-tiba hp Raisa berdering, ada pesan masuk dari salah seorang sahabatnya yang bernama Debby. Debby dan sahabatnya yang lain berniat untuk main ke rumah Raisa.

Setibanya di rumah, Kevin langsung pergi karena dia sudah ditelfon oleh orangtua nya. Dan sahabat-sahabat Raisa pun sudah menunggu di gerbang rumah Raisa.
“Cie, cie, cie. Ada yang baru jadian nih.” ledek semua sahabatnya.
“Hahaha, kalian tau dari mana?” tanya Raisa.
“Ya iya lah, kan tadi Wenda yang cerita di sekolah.” jawab sahabatnya sambil tertawa.
“Akhirnya, lo jadian juga ya sama pangeran kodok lo itu. Haha.” ledek Ghina.
Ghina juga termasuk sahabat Raisa.
“Haha, lo bisa aja na.” jawab Raisa.
Raisa pun tersenyum-senyum sendiri karena merasa sangat senang sudah bisa memiliki Kevin.

Keesokan harinya, saat di kelas Wenda nyamperin Raisa yang kebetulan lagi ngumpul bareng kelima sahabatnya itu.
“Raisa, gimana lo sama Kevin? Lo udah tau siapa cewek yang mau ditembak Kevin?” tanya Wenda sambil tertawa.
“Haha, lo jail banget ya Wenda. Ngerjain gue nyampe gue nangis kayak gitu. Awas lo ya, gue bales lo besok.” jawab Raisa.
“Hahaha, damai dong? Gue kan Cuma mau ngetes lo aja, seberapa besar cinta lo ke Kevin.” ledek Wenda.
“Haha, sialan lo Wen!” jawab Raisa.

Kevin pun datang dan Kevin langsung mengahampiri Raisa. Wenda dan sahabat-sahabt Raisa yang lain langsung ngeledek Kevin.
“Cie, cie, cie. Yang baru jadian nih.” ledeknya.
karena tak mau diledek oleh teman-temannya, Kevin mengajak Raisa ke kantin.
“Oh iya, mbib lo ikut jalan-jalan itu kan?” tanya Raisa yang memulai pembicaraan.
Mbib adaah panggilan sayang dari Raisa untuk Kevin, dan Kevin pun juga mempunya panggilan sayang untuk Raisa yaitu Mbeb.
“Hmm, liat dulu deh. Soalnya gue males pergi, lo pergi mbeb?” jawab Kevin.
“Loh, kok lo gitu sih mbib. Lo pergi aja, kalau lo nggak pergi gue males ikut ah.” ujar Raisa.
“Gue males mbeb.” jawab Kevin.
“Ya udah deh, gue juga nggak ikut.” ujar Raisa.

Keesokan harinya saat Raisa dan Kevin makan di kafe tempat mereka jadian, tiba-tiba hp Kevin berbunyi. Kevin pun mengambil hp nya.
“Pesan dari siapa, mbib?” tanya Raisa.
“Hmm, ini dari orang mbeb.” jawab Kevin dengan gugup.
karena melihat Kevin gugup menjawab pertanyaan dari Raisa tadi, Raisa pun curiga dan langsung mengambil hp nya Kevin dan membaca pesan di hp Kevin. Dan ternyata yang ngirim pesan adalah, mantan Kevin yang bernama Aulia.
“Oh, jadi lo nggak mau ikut jalan-jalan, gara-gara lo mau pergi sama nih orang! Oke deh kalau mau lo kayak gitu!” ujar Raisa yang kesal membaca pesan di hp Kevin.
“Bukannya gitu, gue bisa jelasin kok. Lagian gue mau pergi jalan-jalan, gue Cuma mau ngerjain lo aja mbeb. Lo jangan ngambekan gitu dong mbeb.” jawab Kevin yang berusaha menjelasakan masalahnya pada Raisa.
“Bodoh amat! Alasan lo banyak banget! Gue mau pulang aja deh! Mood makan gue udah ilang.” ujar Raisa.
Raisa pun langsung keluar dari kafe dan mencari taksi. Kevin segera menyusul Raisa, tapi Raisa udah keburu naik taksi.

Saat malam harinya, Kevin berusaha untuk menghubungi Raisa. Tapi, Raisa tidak menghiraukannya sama sekali. Raisa kesal sama Kevin yang masih berhubungan sama mantannya. Sedangkan dia dilarang dekat-dekat sama cowok lain dan sama mantannya. Raisa menganggap Kevin sangat egois.

Pagi harinya, saat Kevin nyampe di sekolah. Kevin langsung mencari Raisa.
“Mbeb, lo masih marah ya sama gue?” tanya Kevin.
“Menurut lo?” jawab Raisa dengan jutek.
Kevin pun langsung memegang tangan Raisa tanpa ragu di hadapan sahabat-sahabatnya itu.
“Cie, cie, cie. Lo so sweet banget sama Raisa.” ledek sahabat-sahabatnya Raisa.
“Mbeb, gue minta maaf ya sama lo. Bukan maksud gue buat bohong sama lo, gue sama Aulia itu Cuma sekedar teman biasa doang kok mbeb. Plis, percaya sama gue.” ujar Kevin.
“Kenapa lo nggak bilang sama gue kalau lo masih berhubungan sama mantan lo itu? Giliran gue, lo larang buat dekat-dekat atau komunikasian sama mantan gue. Tapi lo aja masih komunikasian sama mantan lo. Lo egois banget.” jawab Raisa.
“Iya, iya gue tau kalau gue egois. Gue minta maaf sama lo, gue janji nggak bakalan kayak gitu lagi sama lo. Gue nggak bakalan bohong-bohong atau nutup-nutupin sesusatu lagi sama lo. Maafin gue mbeb, gue sayang banget sama lo mbeb. Plis, kasih gue kesempatan lagi.” ujar Kevin.
“Beneran lo mau janji nggak bakalan ngulangin hal kayak gini lagi? Gue nggak ngelarang lo kok buat smsan sama mantan lo, tapi asalkan lo mau jujur dan nunjukin apa isi smsan lo sama mantan lo itu. Jangan ada yang ditutupin dari gue.” jawab Raisa.
“Iya gue janji, maafin gue ya sayang. Gue cinta dan sayang banget sama lo.”
“Oke deh, gue maafin lo. Gue juga sayang banget sama lo mbib, gue marah gara-gara gue nggak mau kehilangan lo.” jawab Raisa.
Akhirnya masalah Raisa dan Kevin pun selesai, dan mereka kembali damai lagi. Kevin sudah berjanji pada Raisa untuk tidak berbohong lagi.
Sahabat-sahabat Raisa pun juga merasa lega dan senang karena sahabat nya sudah kembali damai dengan Kevin.

THE END

Cerpen Karangan: Rafika Fajriliani
Facebook: Fika Fajriliani

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: