Kelinci Super

kelinci superPada pagi hari disebuah taman bermain ada sekelompok binatang yang asyik bermain bola,Tiba – tiba datanglah binatang dengan wajah kegembiraan melihat teman2nya asyik bermain,binatang itu namanya Robi.Robi adalah binatang kelinci yang hidupnya selalu di jahui oleh teman2nya.Setelah melihat Robi….Temannya yang asyik bermain itu akhirnya langsung pergi menghindari Robi!!!

Melihat teman2nya yang menghindarinya,Didalam hatinya Robi berkata”..Hmm..Aku merasa tidak berguna lagi untuk hidup,teman2 aku,setiap aku datang menghampirinya selalu menghindar,ohh…kenapa ya Allah engkau memberikan aku penderitaan seperti ini,mengapa….mengapa…!!!(Dengan raut wajah Kesal).Robipun akhirnya pulang dengan membawa hati yang tidak senang.

Keesokan Harinya Robi Berjalan menyusuri hutan membantu ibunya mencari kayu buat memasak.Robi bertanya pada ibunnya”Ibu…kenapa setiap aku datang menghampiri teman2,aku selalu dijauhi oleh teman2 aku,apa aku sudah tidak pantas lagi bersama dengan teman aku,karena aku anak miskin”.

Ibu menjawab”Hmmm…Janganlah kau berputus asa seperti itu,Temanmu itu cuma melihat sisi samping dari kita,dia tidak bisa melihat didalam hati kita sebenarnya”.Didalam pikiran robi berangan-angan”Apa sich maksud kata2 ibu”.

Keesokan Harinya Pak walikota mengadakan perlombaan balapan lari khususnya anak2,Semua anak banyak yang mengikuti lomba,termasuk Rubi.Meskipun Rubi anak orang miskin dan selalu dibenci dengan temannya,namun dia tetap semangat dalam mengikuti lomba,karena ibu telah mengingatkan rubi “Janganlah mudah putus asa,meski dengan keadaan ekonomi lemah”.

Panitiapun menyuruh peserta lomba agar berkumpul pada start lomba.Sebelum memulai perlombakan,panitia memberikan instruksi pada peserta lomba tentang arena dalam perlombakan.Setelah itu,panitia langsung memulai perlombakan mulai dari hitungan “3….2….1…”.Bendera langsung di kibarkan,tanda bahwa lomba di mulai.Rudi dan teman2nya pun langsung bergegas lari.

Di tengah2 lomba,Rudi di ejek oleh temannya “Rudi anak miskin (sampai 3 kali).Rudipun tiba2 memperlambat larinnya,dia langsung terdiam tatkala di ejek oleh temannya,di dalam hatinnya dia berkata”Memang benar kata teman2 aku,aku hanya anak miskin yang tidak layak untuk mengikuti lomba ini,karena aku ini hanyalah anak miskin…miskin…miskin!!!

Rudi lalu melihat awan di atas,Di atas sana dia melihat ada bayangan ibu sambil membawa payung,bayangan ibu itu berkata”Le…janganlah kau berputus asa gitu,tetaplah berjuang sampai cita2mu tercapai,Meskipun kamu anak miskin,tetapi hatimu tidaklah miskin,Ingatlah Allah itu Maha Adil dan Maha Melihat.Maka janganlah kamu berfikir bahwa kamu anak yang miskin,kamu belum melihat di sekitar daerah lainnya,masih banyak orang yang menderita dari pada kita,maka kamu harus mensyukuri nikmat yang Allah berikan”.Rudi langsung merasa dirinya mlai PD(Percaya diri…Coy…maaf agak gaul dikit bahasannya).

Rudi akhirnya langsung berlari kilat seperti petir menyambar (wuiccch…..Terlalu menghayal,maklum coy bahasannya).Sampai dipertengah jalan Rudi melihat teman2nya hampir dimakan singa,Melihat temannya yang hampir di mangsa,Rudi akhirnya bergegas menolong temannya itu.Sampai2 Rudi berani melawan Singa.

Rudipun berkata pada Singai itu”Hai singa jangan ganggu teman2 aku,mereka tidak bersalah,janganlah kau mangsa mereka”.

pak Singa itu berkata “Hai…apa kau ingin dimangsa juga,jangan menghalangi saya untuk menerkam mereka”.

Rudi berkata lagi”Apa salah Teman2 aku,hingga kau ingin menerkam mereka”.

Singa berkata”Teman2 kamu itu telah mengganggu aku tidur,dia melempari batu ke arah aku,otomatis…..saya langsung marah pada mereka”.

Rudi berkata pada temannya itu”Sam,apa benar kamu mengganggu pak Singa itu”.

Samsul berkata”Iya,betul yang di katakan pak singa..(dengan menatap ke arah bawah,sanbil menatapi kesalahannya).

Rudi berkata pada p.Singa”Kalau gitu,saya mewakili teman2 minta maaf pada pak Singa,atas semua perlakuan teman saya pada anda,saya dan teman2 berjanji tidak akan mengulanginnya lagi pak Singa”.

Singa berkata “Baiklah kalau gitu,saya akan memaafkan kalian,tapi ingat…berjanji,janganlah kau semena-mena terhadap orang lain,meskipun orang lain itu kehidupan ekonominya kurang.”

Samsul dan kawan berkata pada p. Singa”Iya…p Singa,mulai sekarang saya dan teman2 tidak akan mengulanginya lagi dan berjanji tidak akan pilih2 orang”.(Sambil meratapi kesalahannya)

Singa berkata”OK…lah…kalau begitu…”

p. Singa itupun akhirnya tidak jadi memangsa teman Rudi,dia pun langsung pergi meninggalkan Rudi dan kawan2.

Samsul dan teman2nya berkata “Maaf ya Rudi kalau selama ini aku dan teman2,selalu mengejek dan menghindari kamu.maukah kamu memaafkan semua kesalahan aku dan teman2,rudi.(sambil merenung dan meratapi kesalahan).

Akhirnya Rudi dan kawan2 tidak melanjutkan perlombahan,malahan mereka bermain bersama – sama di taman.

Kesimpulannya

Janganlah kamu pilih kasih sama teman,hargailah teman kamu seperti kamu menghargai karya kamu.dekatilah dia,maka teman kamu otomatis akan menghargai kamu juga.

Sekian,Terima Kasih..

 Jangan Lupa Commentnya!!!!:D

Sumber

Nama  : Dharma Eka Atyana

Facebook : Dharma Gedieed

E-mail : dharma_ekaatyana@yahoo.co.id

MyBlog : www.canteenmybook.wordpress.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: